Wednesday , November 14 2018
Home > Mancanegara > PENELITIAN MENDUGA SUKU VIKING LENYAP KARENA HEWAN LAUT DAN DARAT WALRUS
PENELITIAN MENDUGA SUKU VIKING LENYAP KARENA HEWAN LAUT DAN DARAT WALRUS
PENELITIAN MENDUGA SUKU VIKING LENYAP KARENA HEWAN LAUT DAN DARAT WALRUS

PENELITIAN MENDUGA SUKU VIKING LENYAP KARENA HEWAN LAUT DAN DARAT WALRUS

PENELITIAN MENDUGA SUKU VIKING LENYAP KARENA HEWAN LAUT DAN DARAT WALRUS – Viking adalah salah satu suku yang terkenal karena keberaniannya dan profesinya sebagai perampok. Namun siapa sangka,suku penjelajah samudra itu ternyata harus mengaku kalah kepada walrus, mamalia laut yang hidup di belahan Bumi utara.

Viking yang didirikan oleh Erik the Red diketahui tumbuh subur di Greenland selama 500 tahun. Tapi kemudian tiba-tiba, suku ini menghilang pada abad ke-15. Mereka meninggal kan kota-kota serta desa yang sudah mereka bangun begitu saja. Misterius dan taka ada yang tau apa alasannya.

PENELITIAN MENDUGA SUKU VIKING LENYAP KARENA HEWAN LAUT DAN DARAT WALRUS

Kini, sebuah penelitian yang dilakukan peneliti dari Cambridge University berhasil mengungkap teka-teki musnah nya suku Viking dari muka bumi ini. Viking atau sering disebut masyarakat Norse ternyata bukan hanya mahir melaut, ternyata mereka juga merupakan pedagang yang handal.

Selama ratudan tahunitulah rupanya mereka bergantung pada gading walrus sebagai komoditas dagangannya. Saying, terjadi kepindahan populasi walrus ke pantai yang lebih aman. Orang bersepekulasi bahwa perburuan selama berabad-abad tersebut kemudian membuat walrus di Greenland enggan untuk kembali di wilayah itu lagi.

BACA JUGA : PANAS DI EROPA MEMBUAT FLAMINGO BERTELUR LAGI SETELAH SEKIAN LAMANYA

Ekonomi Norse yang sangat bergantung pada perdagangan gading ini akhir nya hancur ketika tidak ada pasokan gading. Permukiman Viking yang terakhir, akhir nya lenyap setelah perpindahan mamalia laut tersebut berpindah tempat.

Sementara itu, tren gading walrus mungkin meredup pada akhir abad pertengahan. Rute perdagangan meditrania membawa pasokan gading gajah yang makin di sukai dibandingkan dengan gading walrus. “tentu saja mode berubah di Eropa, dan gading gajah semakin disukai,” kata Dr.James H. barret, peneliti dari Cambrige University dikutip dari Telegraph.

Selain itu, wabah Black Death yang menyapu Eropa telah menyapu bersih sejumlah besar pelanggan yang membuat permintaan terhadap gading walrus kian merosot. Akhirnya, periode cuaca yang sangat dingin yang di kenal sebagai The Little Ice Age juga membuat nafigasi laut menjadi rumit di akhir periode abad pertengahan.

“Pada tahun 1100-an, Greenland telah menjadi pemasok utama gading walrus ke Eropa Barat. Permintaan untuk barng-barang merah yang dihasilkan dari gading mungkin telah membantu masyarakat Norse di Greenland bertahan selama berabad-abad,”kata Barret.

Ketergantungan yang berlebihan pada satu komoditas inilah akhirnya membuat masyarakat Norse tak dapat bertahan hidup. Penelitian ini berdasarkan dari penelusuran DNA gading walrus dari berbagai lokasi di seluruh Eropa,termasuk London. Penelitian menemukan semua gading tersebut berasal dari Greenland.

Ini menunjukkan komunitas Viking memonopoli pasokan gading di Eropa barat dari abad ke-12 selama lebih dari 200 tahun. Gading walrusbegitu berharga sehingga dugunakan untuk mendekorasi gereja-gereja Eropa. Dan barang-barng mewah.

“Kami tahu dari awal bahwa menganalisi DNA purba memiliki potensi membuka wawasan sejarah baru, dan temuan ini terbukti sangant spektakuler,”tambah Dr.Sanne Boessenkool, Peneliti dari University of Oslo.

Check Also

16 DESA DIRIAU BERLUMPUR TIDAK PERNAH ADA PERBAIKI SEJAK 1982

16 DESA DIRIAU BERLUMPUR TIDAK PERNAH ADA PERBAIKI SEJAK 1982

16 DESA DIRIAU BERLUMPUR TIDAK PERNAH ADA PERBAIKI SEJAK 1982 – Sejak tahun 1982, sebanyak …