Thursday , October 18 2018
Home > Ekonomi > PENGAMAT: PT INALUM HARUS MENGAMBIL ALIH FREEPORT
PENGAMAT: PT INALUM HARUS MENGAMBIL ALIH FREEPORT
PEMGAMAT: PT INALUM HARUS MENGAMBIL ALIH FREEPORT

PENGAMAT: PT INALUM HARUS MENGAMBIL ALIH FREEPORT

SARANANKRI – Operator peleburan aluminium milik negara PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) telah didesak untuk segera mengambil alih kendali PT A. Indonesia Tbk. Inalum harus serius berkomitmen untuk membungkus negosiasi mengenai Freeport yang melakukan divestasi hingga 51 persen sahamnya, pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi mengatakan pada hari Jumat.

Proses pengambilalihan 51 persen saham tersebut harus sampai pada sebuah kesimpulan sebelum Juni tahun ini bahwa perpanjangan izin ekspor untuk konsentrat tembaga tidak diperlukan lagi, kata Fahmy.

Inalum, perusahaan induk untuk perusahaan pertambangan negara, telah ditunjuk oleh pemerintah untuk mengambil alih sebagian besar saham anak perusahaan pertambangan Freeport McMoRan Copper & Gold, yang mengoperasikan tambang tembaga dan emas besar di Papua. Dia mengatakan ada potensi risiko yang harus dihadapi baik secara ekonomi, politik dan sosial jika perundingan akan berlangsung lebih lama.

Baca Juga: 47 PELANGGARAN FREEPORT DITEMUKAN OLEH KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

“Selama Inalum tidak bisa mengakhiri proses negosiasi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral akan terus memperpanjang lisensi ekspor konsentrat Freeport untuk menghindari potensi kerugian,” katanya.

Fahmy mengatakan posisi legal Inalum sebagai holding company untuk perusahaan pertambangan negara lebih kuat setelah Mahkamah Agung menolak permintaan judicial review yang diajukan oleh Koalisi Masyarakat Sipil terhadap peraturan perusahaan induk di sektor pertambangan.

Mahkamah Agung mengatakan peraturan tersebut tidak bertentangan dengan UU BUMN. “Semua orang termasuk Koalisi Masyarakat Sipil harus menerima keputusan Mahkamah Agung dan mendukung sistem pemasyarakatan,” katanya.

Sistem holding perusahaan negara didasarkan pada peraturan pemerintah PP 47/2017 yang menamai Inalum sebagai perusahaan induk perusahaan pertambangan termasuk PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk. Tujuan dari sistem holding adalah untuk memperkuat struktur keuangan dan integrasi bisnis dan untuk “penciptaan nilai”, bahwa perusahaan negara dapat bersaing dengan lebih baik secara global.

Check Also

Indonesia Diundang Meksiko Dalam Project Harbor Dev

Indonesia Diundang Meksiko Dalam Project Harbor Dev

Pemerintah baru Meksiko ingin mengundang negara-negara Indonesia dan Asia Oceania untuk ambil bagian dalam pengembangan …