Friday , May 25 2018
Home > News > PENGEMBANG REKLAMASI PULAU C DAN D JANJIKAN IZIN AKAN KELUAR PADA MARET 2018
PENGEMBANG REKLAMASI PULAU C DAN D JANJIKAN IZIN AKAN KELUAR PADA MARET 2018
PENGEMBANG REKLAMASI PULAU C DAN D JANJIKAN IZIN AKAN KELUAR PADA MARET 2018

PENGEMBANG REKLAMASI PULAU C DAN D JANJIKAN IZIN AKAN KELUAR PADA MARET 2018

Kamilus Elu, salah satu Kuasa Hukum seorang pembeli di pulau reklamasi C dan D, ketika melakukan pertemuan pada 12 Desember 2017 lalu, PT Kapuk Naga Indah berjanji akan menyelesaikan izi tersebut paling lambatnya Maret 2018. Hal ini bukan tanpa sebab dimana Kamilus memberikan somasi pada PT Kapuk Naga Indah selaku pengembang atas janji akan mengeluarkan surat izin dalam mendirikan bangunan tersebut.

“Kita bersurat mengingatkan lagi bahwa Maret selesai. Jadi mereka yakin Maret selesailah,” ujar Kamillus, Rabu (17/1). Menurut Kamelius, konsumen sudah memberikan batas waktu paling lambat Juni 2018. Namun pihak pengembang bersih kukuh untuk dapat menyelesaikanya pada Maret 2018. Biarpun demikian pihak pengembang tidak ingin membuat persetujuan tertulis.

“Dari pengembang berkeyakinan bahwa izin itu bisa akan selesai beres paling lambat Maret 2018. Kami minta tertulis Maret ini ada selesailah, pengembang pernyataan lisan saja,” ungkapnya. Janji iini dibuat ketika konsumen melakukan pertemuan dengan pihak pengembang terkait dengan dua Raperda mengenai reklamasi. RWP3K ( Rancangan Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau kecil ) dan RTRKS Pantura ( Raperda Rancangan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara ).

Para konsumen ingin meminta sebuah kejelasan dari nasib bangunan yang tidak kadung dibayarkan kembali. Bahkan pihak pengembang masih saja menarik iuaran yang wajib konsumen bayarkan. Lalu muncul dimana Pemprov DKI yang meminta membatalkan HBG dari Pulau reklamasi, klien Kamilus yakni Felicita Santoso meminta kejelasana atas uang yang sudah ia keluarkan selama ini. Dirinya mengaku sudah melakukan pelunasan dengan dana sebanyak Rp 5.2 miliar terhadap pembelian dua kavling masing masing di pulau C dan D. Maka dari itu pihak dari Kamillus meminta pada pihak pengembang untuk memberikan kejelasan prihal penerbitan izin.

“Tanggal 12 (Desember) kami somasi kepada PT Kapuk Naga Indah, kita minta PT KNI terkait pertemuan 12 Desember itu, Maret sudah selesai, yang kami minta kalau Maret tidak selesai kami minta kembalikan uangnya,” katanya. Namun hingga detik ini belum ada jawaban dari PT Kapuk Naga Indah. “Kita kasih 2×24 jam untuk minta ke pengembang untuk merespon tapi sampai saat ini belum ada jawaban,” ujarnya.

Sementara itu, pihak pengembang reklamasi pulau C dan D melaporkan sejumlah orang dalam video ricuh konsumen dengan pengembang, ketika pertemuan di PIK 2, Jakarta Utara. Menurut pihak pengembang, video itu telah merugikan penjualan. Kamillus Elu menyebutkan pengembang melaporkan Sejumlah orang yang masuk dalam rekaman, dengan dugaan pencemaran nama baik. Termasuk kliennya yang mengenakan baju pink ketika video itu dibuat. “Dari pengembangan bilang oh ada video 9 Desember 2017 yang viral sangat merugikan perusahaan sehingga kami laporkan ke Polda Metro Jaya,” ujar Kamillus.

“Video disebar dan viral ada beberapa yang di dalam ikut tadi, dilapor ke sana karena video dianggap merugikan ke perusahaan,” imbuhnya.

Terkait penyebaran video sendiri, Kamilius mengatakan pihaknya tidak mengetahui siapa. Diketahui, si penyebar dengan inisial W telah diamankan polisi. “Kita enggak tahu siapa yang rekam siapa yang upload kita enggak tahu,” tukasnya.

Check Also

SEMBILAN PILOT LION AIR PALSUKAN DOKUMEN UNTUK PINDAH MASKAPAI

SEMBILAN PILOT LION AIR PALSUKAN DOKUMEN UNTUK PINDAH MASKAPAI

SEMBILAN PILOT LION AIR PALSUKAN DOKUMEN UNTUK PINDAH MASKAPAI – Sembilan orang pilot dan satu …