Gaya hidupKesehatanNews

PENYEBAB KARYAWAN HARUS TETAP MENJAGA KESEHATANNYA

PENYEBAB KARYAWAN HARUS TETAP MENJAGA KESEHATANNYAPENYEBAB KARYAWAN HARUS TETAP MENJAGA KESEHATANNYA

PENYEBAB KARYAWAN HARUS TETAP MENJAGA KESEHATANNYA – Menjadi keryawan berarti menanggung menanggung risiko yang mungkin di hadapi di tempat kerja. Mulai risiko yang tidak berbahaya seperti nyeri punggung akibat terlalu lama duduk hingga kecelakaan kerja, terdapat berbagai hal yang dapat mengancam kesehatan karyawan.

Untuk memini maliris terjadinya masalah di tempat kerja Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, drg Kartini Rustandi MKes, mengimbau kepada seluruh perusahaan agar mengimplementasikan budaya Kesehatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerja.

PENYEBAB KARYAWAN HARUS TETAP MENJAGA KESEHATANNYA

“implementasi budaya K3 dinilai efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, nyaman, dan kordusif. Sehingga pekerja dapat memberikan kontribusi maksimal dengan kondisi kesehatan yang prima,”kata Kartini di Ruang Olahraga Kementrian Kesehatan RI.

Harus di ingat bahwa karyawan tidak semata-mata asset perusahaan. Perlu juga di sadari bahwa semua karyawan adalah tulang punggung keluarga. Selain itu, kata Kartini, pekerja adalah penggerak ekonomi. “Ada satu poin yang sering kali dilupakan bahwa pekerja adalah pencetak generasi bangsa,”ujar Kartini.

PENYEBAB KARYAWAN HARUS TETAP MENJAGA KESEHATANNYA

Menurut Kartini, terutama buat pekerja yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, bila selama berkerja yang terjadi justru akan bermunculan masalah pada kesehatan, maka generasi penerusnya pun akan sakit.

“Karyawan merupakan penentu gaya hidup keluarga. Gaji yang mereka dapat setiap bulan, mau dibelikan handphone atau mau kasih makan sehat buat keluarga? Kan terserah pada yang memegang uang. Jadi, generasi penerus tergantung dari yang pegang uang,”kata dia.

Sederhananya , bila keluarga sehat dan pekerja juga sehat, besar kemungkinan keluarga menjadi bahagia, namun, bila ada anggota keluarga yang sakit membuat karyawan tersebut menjadi tak focus. “Contohnya, kalau anak sakit. S aya para pekerja ini focus pada handphone. Setiap beberapa menit yang telah di hitung orang rumah untuk menanyakan keadaan dan kondisi yang yang telah mengalami sakit,”Sudah makan obat? Sudah makan siang? Keadaannya bagaimana?”kata Kartini.

BACA JUGA : KPK MENYEBUTKAN PENCEGAHAN KORUPSI DI MALANG MASIH RENDAH

Bila kondisi tersebut di balik, misalnya pekerja yang sakit. Hal ini juga akan membuat benda pada keluarga.”kalau dia seorang ayah, siapa yang akan mengantar anak-anak ke sekolah? Kalau dia seorang ibu, siapa yang akan memasak untuk keluarga?, ujarnya.

Malapetaka atau musibah pun akan datang jika sakit adalah keluarga dan karyawan itu sendiri. “Ini musibah,” katanya. Saat sakit uang yang harus dikeluarkan untuk menanggung jadi lebih banyak dan tidak diimbangi dengan pemasukan. Kondisi ini bisa membuat kepala karyawan yang menerima gaji bulanan bisa pecah, apalagi yang terima gaji harian.

“Kalau hari itu tidak kerja, artinya tidak ada pemasukan,” ujarnya. Kartini mengatakan karena kesehatan kerja adalah upaya yang ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan yang diakibatkan pengaruh buruk pekerjaannya.

henny small
the authorhenny small

Leave a Reply