Wednesday , December 13 2017
Home > News > PERAN NOVANTO, SEBAGAI TERSANGKA DIBALIK KORUPSI E-KTP
PERAN NOVANTO, SEBAGAI TERSANGKA DIBALIK KORUPSI E-KTP
PERAN NOVANTO, SEBAGAI TERSANGKA DIBALIK KORUPSI E-KTP

PERAN NOVANTO, SEBAGAI TERSANGKA DIBALIK KORUPSI E-KTP

Mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Irman mengatakan kepada Ketua Fraksi Golkar di DPR sekarang bahwa Ketua DPR, Setya Novanto adalah kunci dalam memfasilitasi proyek pengadaan KTP elektronik, yang ternyata merupakan salah satu yang terbesar. Skandal di negara tersebut yang diresmikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kunci anggaran ada di tangan Setya Novanto, jika Setya Novanto ada bersama kita, anggota parlemen Komisi II akan mengikuti,” kata Irman mengutip Andi Agustinus, seorang pengusaha sekaligus tersangka kasus korupsi tersebut, yang mengatakan Pada sebuah pertemuan di pengadilan pada hari Senin (13/6).

Andi menyarankan agar Irman dan Sugiharto, pejabat senior lain dari Kementerian Dalam Negeri di bawah pemerintahan sebelumnya, bertemu dengan Setya Novanto terlebih dahulu.

Sebuah pertemuan kemudian diadakan di Grand Melia Hotel di Jakarta pada pertengahan 2010, bersama dengan Sugiharto dan Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri, Diah Anggraini, Andi Agustinus dan Setya Novanto.

Sekitar seminggu setelah pertemuan Melia Hotel, Andi meminta Irman untuk bergabung dengannya ke pertemuan lain dengan Setya Novanto yang berlangsung di ruang kantor Novantos di Parliament. Pada pertemuan tersebut mereka berbicara tentang bagaimana pembahasan dana anggaran dapat difasilitasi di Parlemen.

Setya Novanto, saat diinterogasi sebagai saksi oleh KPK, membantah adanya pertemuan tersebut, meski mendapat konfirmasi dari Diah dan Sugiharto.

Dalam dakwaan yang disiapkan oleh jaksa penuntut umum KPK, Setya Novanto memiliki peran kunci dalam proyek pengadaan e-KTP card, yang senilai Rp5,95 triliun dengan lebih dari Rp2,5 triliun yang diduga digelapkan.

Keterlibatan Setya Novanto dalam skandal besar seperti yang dikonfirmasi oleh keikutsertaannya dalam pertemuan hotel Grand Melia dengan Irman, Sugiharto, Andi Agustinus dan Diah Anggraini, dan pertemuan di kantornya sendiri sebagai ketua faksi Golkar. Kemudian ia bertemu beberapa kali dengan Andi Agustinus, Anas Urbaningrum, mantan ketua umum Partai Demokrat yang berkuasa, dan Nazaruddin, mantan anggota parlemen dan bendahara Partai Demokrat. Baik Anas dan Nazaruddin menjalani hukuman penjara karena kasus korupsi di proyek fasilitas olahraga.

Lebih dari 50 anggota parlemen dan mantan anggota parlemen dan mantan Menteri Dalam Negeri terlibat dalam kasus pengadaan e-KTP.

Check Also

NOVANTO TUNJUK AZIZ SEBAGAI GANTI DIRINYA SAAT MENGUNDURKAN DIRI

NOVANTO TUNJUK AZIZ SEBAGAI GANTI DIRINYA SAAT MENGUNDURKAN DIRI

Tertanggal 4 November lalu setya Novanto sudah mengirimkan surat pengundurun dirinya sebagai ketua DPR menurut …