Tuesday , December 12 2017
Home > News > PERETASAN MASAAL 99 NEGARA DI LAKUKAN OLEH TERORIS SABER

PERETASAN MASAAL 99 NEGARA DI LAKUKAN OLEH TERORIS SABER

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau seluruh pihak untuk segera melakukan tindakan pencegahan terhadap ancaman malware, khususnya Ransomware jenis WannaCry. Hal itu sehubungan dengan serangan hacker masif di 99 negara yang terjadi menjelang akhir pekan ini dan disebut menggunakan program yang dikembangkan National Security Agency (NSA). “Serangan siber ini bersifat tersebar dan masif serta menyerang critical resource (sumber daya sangat penting), maka serangan ini bisa dikategorikan teroris siber,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika. Sammy mengatakan serangan siber yang menyerang Indonesia berjenis ransomware, yang merupakan jenis malicious software atau malware yang menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer korban atau mengenkripsi semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali, dan data nya hanya bisa di akses oleh teroris siber tersebut, tidak bisa di sentuh lagi oleh orang lain, kecuali teroris saber sudah tidak melakukan hacking lagi baru pemilik asli nya bisa kembali mengakses data tersebut.

“Tahun ini sebuah jenis ransomware baru telah muncul dan diperkirakan bisa memakan banyak korban,” katanya. Ransomware baru itu disebut Wannacry yang mengincar PC berbasis windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi SMB yang dijalankan di komputer tersebut. Sammy menambahkan serangan Wannacry saat ini diduga sudah memakan banyak korban ke berbagai negara. Program komputer malware tersebut mengunci ribuan komputer di banyak negara dan menyandera data mereka dengan tebusan sekitar US$ 300, atau sekitar Rp 4 juta, yang harus dibayarkan melalui Bitcoin.

Sekitar 99 negara dilaporkan diserang malware yang juga dikenal dengan WannaCry ini. Di antaranya, Inggris, Amerika Serikat, Cina, Rusia, Spanyol, dan Italia. Perusahaan keamaan siber, Avast, mencatat ada 75 ribu kasus ini di seluruh dunia, terutama komputer berbasis sistem operasi Windows. “Ini sangat massif,” kata Jakub Kroustek dari Avast. Penyerangan ini sudah di rencakan dengan matang, sehingga mampu menyerang 99 negara sekaligus dan tidak ada yang mampu mengantisipasi atau menggagalkan penyerang Teroris Saber, bisa di bilang ini sudah hacking atau hacker kakap atas.

Check Also

Senjata Sniper Paling Jitu

Senjata Sniper pertama kali di temukan di China pada abad ke 9 daratan China, dan …