Friday , September 21 2018
Home > News > Perkelahian Saingan Atas Proposal Perdebatan Bahasa Inggris Dari Kubu Oposisi
Perkelahian Saingan Atas Proposal Perdebatan Bahasa Inggris Dari Kubu Oposisi
Perkelahian Saingan Atas Proposal Perdebatan Bahasa Inggris Dari Kubu Oposisi

Perkelahian Saingan Atas Proposal Perdebatan Bahasa Inggris Dari Kubu Oposisi

Perkelahian Saingan Atas Proposal Perdebatan Bahasa Inggris Dari Kubu Oposisi – Sebuah proposal dari kubu oposisi bahwa debat presiden resmi diadakan dalam bahasa Inggris dan bukannya bahasa Indonesia telah disambut dengan cemoohan dari para pendukung petahana yang mengatakan bahwa proposal itu tidak masuk akal sementara secara jenaka menunjukkan bahwa itu dapat menyebabkan perdebatan dalam bahasa Arab.

Proposal itu datang dari eksekutif Partai Amanat Nasional (PAN) Bapak Yandri Susanto yang berpendapat bahwa penting bagi kepala negara untuk berbicara dalam bahasa Inggris dengan baik karena ia harus berbaur dengan para pemimpin global dan berbicara di forum internasional.

Penting bagi seorang kandidat presiden untuk fasih berbahasa Inggris sehingga untuk memastikan bahwa tidak ada miskomunikasi dengan tokoh-tokoh presiden berbicara kepada,” kata Pak Yandri Susanto.
Koalisi Jokowi tidak menyambut baik usulan itu.

Jangan buat proposal aneh, Debat antar calon presiden harus terus menggunakan bahasa Indonesia,” kata Bapak Raja Juli Antoni selaku sekretaris tim kampanye Bapak Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Pak Jokowi, pada hari Jumat, 14 Septermber 2018.

Baca Juga : Bayi Yang Dicurigai Terinfeksi Virus Rubella Meninggal Tujuh Jam Detelah Di Lahirkan

Perkelahian Saingan Atas Proposal Perdebatan Bahasa Inggris Dari Kubu Oposisi – Inti dari debat adalah agar publik tahu apa yang ada di pikiran oleh calon presiden kita. Publik ingin tahu track record mereka, ”kata Pak Raja Juli Antoni pada pernyataan yang tertulis.

Arsul Sani selaku Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengatakan bahwa debat harus dalam bahasa Indonesia karena undang-undang tahun 2009 tentang bendera nasional, bahasa, lambang dan lagu kebangsaan menetapkan bahwa bahasa Indonesia harus digunakan di setiap forum nasional.

Saya kira debat presiden adalah suatu forum resmi,” kata Bapak Arsul Sani, menambahkan bahwa oposisi tidak boleh menawarkan proposal seperti itu karena dapat mendorong orang lain untuk mengajukan proposal aneh lainnya, seperti berdebat dalam bahasa Arab atau meminta kandidat untuk mengikuti tes recital Quran.

Meskipun saran datang dari beberapa pendukungnya, pasangan presiden Bapak Prabowo Subianto dan cawapresnya Bapak Sandiaga Uno mengatakan dia tidak setuju dengan proposal tersebut. Ada beberapa orang yang mengerti bahasa Inggris, tetapi kami ingin menjangkau semua orang yang ada di negara Indonesia,” katanya.

Check Also

Istana Negara Menepis Saran Demokrat Mengenai Artikel Asia Sentinel

Istana Negara Menepis Saran Demokrat Mengenai Artikel Asia Sentinel

Istana Negara Menepis Saran Demokrat Mengenai Artikel Asia Sentinel – Istana Negara menepis saran yang …