Tuesday , October 23 2018
Home > News > Perombakan ASN Dadakan Anies Berbuah Pelaporan ke Komisi ASN
Perombakan ASN Dadakan Anies Berbuah Pelaporan ke Komisi ASN
Perombakan ASN Dadakan Anies Berbuah Pelaporan ke Komisi ASN

Perombakan ASN Dadakan Anies Berbuah Pelaporan ke Komisi ASN

Perombakan ASN Dadakan Anies Berbuah Pelaporan ke Komisi ASN – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengganti empat walikota  namun bukan hanya itu saja dirinya juga mengganti sejumlah pejabat DKI. Empat Walikota yakni Tri Kurniadi walikota Jakarta Selatan, Bambang Musyawardana walikota Jakarta Timur. Kemudian ada Mangara Pardede yang lengser dari jabatan walikota Jakarta Pusat. Terakhir Anas Effendi walikota Jawa Barat.

Pencopotan yang dilakukan oleh Anies ini sendiri mengundang banyak reaksi dari para pejabat DKI yang di tending dari jabatannya. Sebagai suatu bentu perlawanan, mereka dengan kompak melaporkan langkah yang diambil oleh Anies ke Komisi Aparatur Sipil Negara ( KASN ). Pada laporannya itu mereka mengeluhkan cara pencopotan yang dilakukan oleh Anies. Salah satunya keputusan Anies memberhentikan mereka hanya disampaikan secara lisan melalui sambungan telepon saja. Bahkan ada pula yang disampaikan hanya lewat aplikasi perpesanan Whatsapp ( WA ) saja.

Perombakan ASN Dadakan Anies Berbuah Pelaporan ke Komisi ASN – Hingga saat ini mereka juga tidak diberikan kejelasan sejak tanggal berapa mereka resmi melepas jabatan walikota dan juga termasuk posisi apa yang harus diisi setelahnya. “Selama ini saya belum terima keputusan gubernur yang asli, hanya saya di WhatsApp dipensiunkan. Pensiun per tanggal berapa enggak tahu dan posisi sekarang di mana juga enggak tahu,” kata Bambang.

Hal yang sama juga dialami Mangara, dimana dirinya dibebas tugaskan oleh Anies dan hingga saat ini belum ada kejelasan posisi kerja untuk dirinya. “Saya ditelepon malam, besoknya pelantikan. Saya sampaikan kalau Pak Gubernur tidak ada lagi penugasan baru buat saya dan saya disebut pensiun, ya sudah saya siap pensiun,” katanya.

Perombakan ASN Dadakan Anies Berbuah Pelaporan ke Komisi ASN – Anas Effendi juga kebingungan saat mendapatkan telepon dari Anies pada suatu malam yang mengatakan dirinya akan diganti. Anies juga tidak menginformasikan jabatan apapun yang disediakan untuk Anas. “Ditelepon malam sebelum pelantikan, dikasih tahu besok ada pergantian. Saya bilang, saya masih setahun lagi pensiunnya. Di keterangan diberhentikan (karena) usia 58 tahun, kan eselon II sampai 60,” jelas Anas.

Menurut Anas biasanya bila seseorang akan dilepaskan dari jabatannya akan dipanggil terlebih dahulu. “Tetap harus sesuai aturan perundang-undangan yang ada,” katanya

Cerita tidak mengenakan Anas, Bambang dan juga Mangara juga dialami oleh Tri Kurniadi. Dirinya tiba tiba saja ditelepon dan dikabarkan bahwa dirinya tidak lagi bekerja menjadi walikota Jakarta Selatan. Pada SK pemberitahuan, Tri mengaku ditempatkan di Badan Pem. binaan Sumber Daya Manusia ( BPSDM ). “Enggak pernah dipanggil, cuma lewat telepon kasih tau. Enggak ada jabatan, tunjungan jabatan nol, tidak ada,” ungkap Tri.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua ASN membenarkan laporan itu. Saat ini pihaknya sedang menunggu laporan dan dokumentasi yang dimintakan pada Pemprov DKI tentang usulan 16 pemberhentian PNS yang di dalamnya termasuk 4 wali kota. “Kita mintakan dalam seminggu ini,” kata Ketua Komisi ASN, Sofian Effendi, dalam perbincangan dengan merdeka.com, Rabu (18/7).

Jika bahan-bahan yang diminta telah diberikan, katanya, ASN akan mendalami. Apakah pemberhentian ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dan sesuai prosedur. “Kalau diberhentikan karena ada kesalahan sangat besar, ada perubahan organisasi besar-besar di DKI misalnya jabatan wali kota dihapus, SKPD dibubarkan. Itu alasannya baru kuat,” jelas Sofyan.

Terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, pemberitahuan pemberhentian dilakukan via WhatsApp seharusnya tak menjadi masalah. Menurutnya, cara tersebut mengikuti dengan perkembangan teknologi saat ini. “Zaman now ya, menurut saya selama sesuai dengan ketentuan dan prosedur, dan dijalankan sesuai apa yang sudah digariskan melalui sistem personalia di DKI,” katanya di Balai Kota Jakarta, Selasa (17/7).

Baca juga ; Serobot Massa PDIP Hummer Hary Tanoe Picu Kericuhan Kantor KPU

Check Also

Ahmad Dhani Merasa Diperlakukan Bagai Teroris Atas Kasusnya

Ahmad Dhani Merasa Diperlakukan Bagai Teroris Atas Kasusnya

Ahmad Dhani Merasa Diperlakukan Bagai Teroris Atas Kasusnya – Politisi dari Partai Gerindra ADP atau …