Sunday , September 23 2018
Home > News > Polisi Menangkap Tiga Teroris yang Dicurigai akan Menyerang kantor Polisis di Blitar
Polisi Menangkap Tiga Teroris yang Dicurigai akan Menyerang kantor Polisis di Blitar
Polisi Menangkap Tiga Teroris yang Dicurigai akan Menyerang kantor Polisis di Blitar

Polisi Menangkap Tiga Teroris yang Dicurigai akan Menyerang kantor Polisis di Blitar

Polisi Menangkap Tiga Teroris yang Dicurigai akan Menyerang kantor Polisis di Blitar – Kepala Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Sr. Frans Barung Mangera mengatakan bahwa lima tersangka teror yang ditangkap di Blitar berencana menyerang institusi vital kota. Skuad anti teror Densus 88 menangkap para tersangka pada Rabu malam, 13 Juni 2018.

Mereka merencanakan serangan di kantor polisi dan sejumlah bank di Blitar, kata Frans dalam pernyataan tertulis pada Kamis, 14 Juni 2018. Densus 88 menangkap tiga tersangka di Talun, satu di Gandusari, dan satu lagi di Wlingi, Kabupaten Blitar tadi malam.

Salah satu pria yang ditangkap adalah NH, dokter yang menyewakan rumah milik pengusaha pupuk. Mereka mulai menyewa rumah itu sekitar tiga tahun yang lalu. Keluarga itu sangat pribadi, kata Mislan, kepala tetangga distrik Talun.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Polda Metro Jaya. Jenderal Mohammad Iqbal tidak banyak bicara tentang penangkapan di Blitar. Kami masih mengkaji laporan, kata Iqbal di Jakarta.

BACA JUGA : Rektor Riau Menanggapi Dugaan Teroris yang Terjadi di Kampusnya

Polisi Menangkap Tiga Teroris yang Dicurigai akan Menyerang kantor Polisis di Blitar – Kepala Kecamatan Bajang, di Talun Mislan mengatakan bahwa polisi telah menangkap seorang dokter yang diidentifikasi sebagai NH, yang menyewa sebuah rumah milik Nanang, seorang pengusaha pupuk. [Rumah] itu disewa selama tiga tahun. Tapi keluarga [yang menyewa rumah] menjaga diri mereka sendiri, kata Mislan pada Rabu, 13 Juni 2018.

Mislan mengakui bahwa dia tidak akrab dengan pemilik rumah. Namun, dia curiga dengan aktivitas di rumah. Mislan mengatakan bahwa satu minggu sebelum penangkapan, personil dari Angkatan Darat dan Polisi sering datang ke rumahnya untuk bertanya tentang kegiatan dan informasi yang berkaitan dengan pemilik rumah sewaan.

Satu minggu sebelum [penangkapan], tentara dan polisi meminta informasi tentang orang yang menyewa rumah, mereka juga menanyakan apakah orang tersebut ada di rumah atau tidak, kata Mislan.

Mislan terkejut ketika Densus 88 datang ke rumah. Dia tidak pernah menduga bahwa orang yang tinggal di rumah akan terlibat dalam pelanggaran hukum apa pun. Selain NH, Densus 88 juga menangkap SZ dan AN. Anggota Densus 88 juga mencari melalui rumah yang disewa oleh NH, yang diketahui membuka klinik pengobatan alternatif.

Check Also

PKS Akan Melakukan Pertemuan Dengan Demokrat dan PAN Secara Bersamaan

PKS Akan Melakukan Pertemuan Dengan Demokrat dan PAN Secara Bersamaan

PKS Akan Melakukan Pertemuan Dengan Demokrat dan PAN Secara Bersamaan – Menjelang pendaftaran calon presiden …