Uncategorized

POLRESTA BANDA ACEH BERHASIL MENANGKAP PELAKU PENGEDAR NARKOBA

POLRESTA BANDA ACEH BERHASIL MENANGKAP PELAKU PENGEDAR NARKOBAPOLRESTA BANDA ACEH BERHASIL MENANGKAP PELAKU PENGEDAR NARKOBA

POLRESTA BANDA ACEH BERHASIL MENANGKAP PELAKU PENGEDAR NARKOBA – ZA (37), pengedar narkoba jenis sabu-sabu warga Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar ditembak oleh personel opsnal Satuan Narkoba polres Banda Aceh, pada hari Selasa 8 Oktober 2019, malam sekitar pukul 21.30 WIB. Penembakan dilakukan karena tersangka memberikan perlawanan yang bisa membahayakan petugas yang akan menangkapnya. Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, melalui Kasat Narkoba, AKP Boby Putra Ramadan Sebayang SIK, pada hari Rabu 9 Oktober 2019 mengatakan tersangka berupaya meberikan perlawanan pada saat diminta untuk menyerahkan diri. “Bukannya menyerahkan diri, tapi justru tersangka memberikan perlawanan. Bila, tidak diambil tindakan tegas dan terukur bisa membahayakan kami para petugas yang akan menciduknya,” kata Boby.

Menurutnya, pada sebelum dilakukan pelumpuhan, pengedar sabu-sabu itu telah diperintahkan untuk menyerahkan diri dengan baik-baik, dengan dilepaskan 3 kali tembakan peringatan. Tetapi, bukannya takut dengan tembakan peringatan tersebut. “Tapi, justru tersangka memberikan perlawanan dan dalam kondisi tertembak masih berusaha untuk melarikan diri,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Aceh Jaya ini. Dikatakan rencana penangkapan ZA, warga salah satu gampong di Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar ini, berawal dari penangkapan RF (25) warga Kecamatan Baiturrahman dan SB (35) pria Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, sehari sebelumnya, pada hari Senin 7 Oktober 2019 malam, sekitar pukul 21.10 WIB. “Kedua tersangka RK dan SB, ditangkap di Gempong Labuy, Kecamatan Baiturahman, Banda Aceh. Dari keduanya ditemukan satu bungkus sabu-sabu berukuran 0,21 gram yayang ditemukan di bagian laci depan yang kemudikan kedua tersangka,” ujar AKP Boby.

Selanjutnya RF dan SB langsung dibawa ke Polresta Banda Aceh untuk dimintai keterangannya. Dari hasil pengakuan keduanya, meluncur keterangan sabuu-sabu 0,21 gram itu ingin digunakan bersama-sama dengan tersangka JD yang kini buron. Lalu, keterangan lainnya yang keluar dari P kedua tersangka RF dan SB, barang terlarang itu dibeli seharga Rp 200 ribu dari ZA dan lokasi transaksi itu berlangsung di Kecamatan Samahani Aceh Besar. Berbekal informasi yang diungkapkan kedua tersangka, RF dan SB, pengejaran pun dilakukan terhadap ZA yang diduga tidak tahun petugas telah menangkap tersangka RF dan SB. Di bawah komandanya, lanjut AKP Boby, dirinya dan anggota opsnal Satuan Narkoba bergerak ke sasaran dan berhasil mendapati tersangka ZA, pedagang sabu-sabu itu berada di Kawasan perbukitan dalam Kecamatan Samahani, Aceh Besar. “Pada saat dilakukan penangkapan tersangka ZA, dari pedagang sabu ini kami mendapati 7 bungkus sabu-sabu seberat 6,99 gram yang disembunyikan di sebuah kantong yang diikat di pinggangnya. Namun, pada saat ingin dibawa justru tersangka berupaya melawan dan mengancam keselamatan nyawa anggota,” ungkap Boby.

POLRESTA BANDA ACEH BERHASIL MENANGKAP PELAKU PENGEDAR NARKOBA – Tersangka yang telah diperintahkan dengan keras agar menyerahkan diri dengan baik-baik, tetap tidak menghiraukannya. Bahkan tersangka ZA berupaya melawan dan melarikan diri, sehingga diberi 3 tembakan peringatan pun dilepaskan ke udara. Namun, bukannya taruk, tersangka justru menunjukkan perlawanan dan berupaya melarikan diri. “Dalam kondisi tertembak pun tersangka masih berusaha melarikan diri. Tapi, upaya itu berhasil kami gagalkan, sehingga pelaku ZA bersama barang bukti 7 bungkus sabu-sabu yang diedarkannya dengan beratnya 6,99 gram telah kami sita,” ungkap AKP Boby. Kasat Narkoba Polresta Banda Aceh ini pun menerangkan seluruh barang bukti sasbu-sabu yang diamankan dari tersangka ZA itu, diperoleh dari bandar sabu-sabu berinisial AM dan kini masuk di daftar pencarian orang (DPO). “ZA mendapat tugas untuk menjual sabu-sabu tersebut dengan harapan mendapatkan imbalan AM,” pungkas AKP Boby.

Leave a Reply