Monday , January 21 2019
Home > Ekonomi > Presiden Joko Widodo Menanggapi Pertanyaan tentang Swasembada Pangan
Presiden Joko Widodo Menanggapi Pertanyaan tentang Swasembada Pangan
Presiden Joko Widodo Menanggapi Pertanyaan tentang Swasembada Pangan

Presiden Joko Widodo Menanggapi Pertanyaan tentang Swasembada Pangan

Presiden Joko Widodo enggan memberikan komentar ketika ditanya tentang janji sebelumnya tentang swasembada pangan, termasuk beras. Pertanyaan itu disampaikan ketika Jokowi mengunjungi Badan Logistik Nasional (Bulog) untuk memeriksa ketersediaan pasokan beras.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Ini adalah masalah produksi bahwa ketika [stok beras] tidak mencukupi, itu harus dilengkapi dengan impor. Kalau tidak, harga akan meningkat. Ini adalah peran Bulog,” kata Jokowi di Bulog Regional Storage untuk Jakarta dan Banten di Kelapa. Gading, Jakarta Utara pada hari Kamis, 10 Januari 2019.

BACA JUGA: SBY Ditetapkan untuk Pelatih Prabowo Subianto dalam Debat Mendatang

Selama inspeksi, Presiden Joko Widodo puas dengan peningkatan stok beras di gudang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jokowi mengatakan bahwa stok beras pada akhir Desember biasanya tercatat sekitar 700.000 hingga 800.000 ton. Namun saat ini, jumlahnya mencapai 2,1 juta ton. Namun, perlu dicatat bahwa 1,7 juta dari jumlah total adalah stok beras impor yang tersisa pada tahun 2018.

Dua bulan setelah pelantikannya sebagai Presiden kembali pada tahun 2014, Presiden Joko Widodo berjanji untuk memberikan apa pun yang diperlukan untuk mencapai swasembada pangan. Menurutnya, Indonesia harus mampu mencapai swasembada pangan dalam waktu tiga tahun.

Dia frustrasi karena Indonesia sampai saat ini juga masih membutuhkan pemasukan impor beras. Presiden Joko Widodo juga malu ketika Presiden Vietnam di KTT di China memintanya untuk mengimpor beras dari Vietnam.

Salah satu faktor dari impor tanpa akhir adalah rendahnya penyerapan beras oleh Bulog, kata Dwi Andreas Santoso sebagai ketua Asosiasi Bank Benih Petani Indonesia (AB2TI) pada bulan September 2018, yang disangkal oleh Jokowi. “Waktu panen belum tiba,” Presiden Joko Widodo menanggapi pernyataan itu.

Karena itu, kata Presiden Joko Widodo Bulog diperintahkan untuk melanjutkan operasi pasar dalam upaya menekan kenaikan harga beras di pasar dan mengurangi stok penyimpanan Bulog. Dengan demikian, Bulog dapat menyerap produk dari petani padi-padian atau padi selama musim panen di bulan Februari atau Maret 2019.

Check Also

Jusuf Kalla : Milenial Memprediksi Jokowi - Amin untuk Menang

Jusuf Kalla : Milenial Memprediksi Jokowi – Amin untuk Menang

M Jusuf Kalla, ketua Dewan Penasihat tim kampanye nasional Jokowi-Amin (TKN), mengatakan bahwa berdasarkan survei, …