Tuesday , December 12 2017
Home > Ekonomi > PRODUKSI ANTAM TIDAK CAPAI TARGET AKIBAT LONGSOR CIBALIUNG
PRODUKSI ANTAM TIDAK CAPAI TARGET AKIBAT LONGSOR CIBALIUNG
PRODUKSI ANTAM TIDAK CAPAI TARGET AKIBAT LONGSOR CIBALIUNG

PRODUKSI ANTAM TIDAK CAPAI TARGET AKIBAT LONGSOR CIBALIUNG

Terjadi penurunan pasokan emas pada kuartal I-2017 dibandingkan tahun lalu hal ini terjadi akibat sejumlah kendala operasional seperti longsong yang terjadi akhir akhir ini. PT Aneka Tambang ( Antam ) sangat optimis akan target produksi feronikelnya pada 2017 ini akan mencapai targetnya. “ Volume produksi feronikel pada kuartal  I-2017 mencapai 2.934 ton nikel dana feronikel ( TNi ), lebih rendah dari volume produksi tahun lalu yang mencapai 4.357 TNi,” ungkap Arie Prabowo Ariotejo, Direktur Utama PT Aneka Tambang ( Antam ).

Arie mengungkapkan, pengerjaan fasilitas produksi yang dilakukan terhitung sejak akhir 2016hingga maret 2017 tersebut berguna untuk mendukung pecapaian target produksi feronikel sebesar 24.100 TNi pada 2017. Oleh karena itu pada masa pengerjaannya berakibat terjadinya penurunan kuota produksi feronikel dimana dengan pergantian roof Electric Smelting Furnance ( ESF ) -3 serta optimasi peralatan produksi pabrik FeBi III di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Pengerjaan fasilitas produksi yang dilakuakn sejak akhir 2016 hingga maret 2017 dilakukan untuk mendukung pencapaian target produksi feronikel sebesar 24.100 TNi pada 2017. Adapun kendala lain yang diluar dari prediksi yang dibuat ialah terjadinya longsor pada tambang Cibaliung yang menyebabkan produksi pada tambang tersebut mengalami penurunan sebesar 50 persen.

Selain itu ada juga kendala lain, dengan terbakarnya fasilitas pemurnian perak milik Antam Pulogadung, Jakarta pada awal tahun ini juga menjadi sedikit kendala dalam kegiatan produksi. Nmaun Arie sangat yakin pada target kuota produksi feronikel 2017 tetap akan tercapai seiring dengan pulihnya kegiatan fasilitas produksipada kuartal II tahun ini. “ Insya Allah pada akhir tahun ini targer feronikel akan mencapai pada targetnya,” ujarnya.

Penjualan feronikel pada kuartal I-2017 menyumbang 365 miliar atau sebesar 22 persen dari penjualan bersih PT Antam pada periode tersebut. Sementara pada penjualan menurut Arie merupakan factor contributor terbesar kedua dari total pendapatan perusahaan. Antam juga memulai penjualan bijih nikel kadar rendah ke luar negeri seiring dengan diperolehnya rekomendasi ekspor bijih mineral dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Alam ( ESDM ).

Check Also

NOVANTO TUNJUK AZIZ SEBAGAI GANTI DIRINYA SAAT MENGUNDURKAN DIRI

NOVANTO TUNJUK AZIZ SEBAGAI GANTI DIRINYA SAAT MENGUNDURKAN DIRI

Tertanggal 4 November lalu setya Novanto sudah mengirimkan surat pengundurun dirinya sebagai ketua DPR menurut …