Saturday , December 16 2017
Home > News > PROMOSI MAJELIS HAKIM DWIARSO DI TOLAK OLEH MASYARAKAT BALI

PROMOSI MAJELIS HAKIM DWIARSO DI TOLAK OLEH MASYARAKAT BALI

SARANANKRI – Tokoh Spiritual Bali , I Gusti Ngurah Harta akan mengumpulkan massa untuk masuk ke Pengadilan Tinggi Bali. Kelompoknya akan memberitahukan harapan anggota masyarakat Bali untuk melakukan penolakan terhadap kehadiran Hakim Dwiarso Budi Santiarso yang telah dipromosikan menjadi Hakim di Pengadilan Tinggi Bali.

“Sekalipun kami anggota masyarakat Bali tidak mempunyai wewenang untuk meminta agar saudara Hakim Dwiarso Budi Santiarso untuk tidak bertugas di Bali , tetapi suara dari Masyarakat  Bali tetap akan kami sampaikan. Kami mencuragai bahwa Hakim tersebut merupakan organisasi tertentu yang ingin membela kelompok tertentu. Karena Bali mempunyai kasus Munarman yang hingga saat ini masih bergerak dan sampai sekarang belum ada kejelasan proses hukumnya,” ungkapnya.

Oleh sebab itu , Bali menolak Hakim Dwiarso Budi Santiarso untuk masuk ke Bali. Bila Hakim Dwiarso tetap masuk ke Pengadilan Tinggi Bali maka masyakarat Bali akan melakukan unjuk rasa kepada organisasi yang berwenang. Ia akan meminta kepada Mahkamah Agung dan Presiden agar memperhatikan sensitifitas masyarakat , termasuk sensitifitas kelompok minoritas di Indonesia.

BACA JUGA : PROMOSI YANG DIDAPATKAN HAKIM USAI MEMVONIS AHOK

“Jangan sampai hukum hanya membela Mayoritas. Kasus yang sedang dijalani Ahok telah membuktikan bahwa hukum tidak memberikan celah terhadap kemanusiaan , kepada prestasi anak bangsa yang dengan jujur telah membangun Negeri ini. Jasa Ahok membangun Jakarta agar lebih baik jauh lebih besar dibandingkan dengan kasus yang sedang dihadapinya. Seharusnya , hukuman yang diberikan kepada Ahok harus sebanding dengan jasa yang telah di buatnya untuk membangun Jakarta,” ujarnya.

Telah diketahu bahwa Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) Dwiarso Budi Santiarto telah di promosikan menjadi Hakim tertinggi pada Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar , Bali. Hakim pengikut yang juga menangani kasus Ahok yaitu , Jupriyadi dan Abdul Rosyad juga mendapatkan promosi. Promosi tersebut didapatkan setelah Hakim Dwiarso memberikan vonis kepada Ahok selama 2 tahun penjara terkait dengan kasus Penodaan Agama.

 

Check Also

INDONESIA MENDAPAT KUNJUNGAN DARI BEBERAPA KAPAL PESIAR MEWAH

INDONESIA MENDAPAT KUNJUNGAN DARI BEBERAPA KAPAL PESIAR MEWAH

SARANANKRI – INDONESIA MENDAPAT KUNJUNGAN DARI BEBERAPA KAPAL PESIAR MEWAH. Kapal Pesiar Genting Dream yang diproseskan oleh …