NewsPolitikUncategorized

Protes Pemilu Berubah Menjadi Kekerasan, Satu Dilaporkan Tewas

Protes Pemilu Berubah Menjadi Kekerasan, Satu Dilaporkan TewasProtes Pemilu Berubah Menjadi Kekerasan, Satu Dilaporkan Tewas

Protes Pemilu Berubah Menjadi Kekerasan, Satu Dilaporkan Tewas – Protes untuk menentang hasil pemilihan presiden di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jl. MH Thamrin di Jakarta Pusat berubah menjadi kerusuhan mendekati tengah malam pada hari Selasa, 21 Mei 2019, ketika puluhan orang mencoba masuk ke gedung.

Ribuan pengunjuk rasa, yang merupakan pendukung calon presiden yang kalah, Bapak Prabowo Subianto, memulai rapat umum pada sore hari, menuntut pembatalan kemenangan Presiden Joko Widodo atau Pak Jokowi, yang mengklaim kecurangan dalam pemilihan umum.

Kerumunan telah bubar sebelumnya pada malam hari sebelum bentrokan meletus sekitar pukul 10 malam, ketika puluhan orang mencoba memaksa masuk ke gedung Bawaslu dengan menghancurkan gerbang depannya.

Polisi berusaha membubarkan kerumunan. Satu orang dilaporkan ditangkap karena menghasut kekerasan, yang kemudian menyebabkan pemrotes menuntut agar polisi membebaskan orang tersebut.

Polisi memerintahkan para pemrotes untuk mundur beberapa kali.

Protes Pemilu Berubah Menjadi Kekerasan, Satu Dilaporkan Tewas – Polisi tidak akan menangkap siapa pun jika dia tidak melakukan kesalahan. Kami tidak menyentuh siapa pun di antara mereka. Anda semua harus kembali ke rumah Anda, Kapolres Jakarta Pusat. Kata Hari Kurniawan kepada pengunjuk rasa seperti pernyataan tertulis.

Bentrokan itu menyebabkan kepanikan di restoran dan kafe 24 jam di dekatnya, seperti di toko Starbucks di gedung Skyline di Jl. MH Thamrin, tempat para barista langsung bergegas untuk mengunci pintu dan menurunkan tirai jendela. Karyawan kafe, yang mengalami serangkaian serangan bom dan tembak-menembak pada tahun 2016, mengatakan kepada pengunjung untuk menjauh dari jendela yang diabaikan oleh sebagian besar pengunjung. Mereka memilih untuk merekam kejadian itu dengan telepon mereka.

Situasi menjadi dingin sekitar pukul 1 siang pada hari Rabu, 22 Mei 2019, tetapi kemudian bentrokan pecah dan meluas ke Pasar Tanah Abang ketika polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan pengunjuk rasa.

Namun, jumlah mereka bertambah dan situasinya berubah menjadi lebih ganas. Mereka melemparkan batu, petasan dan bom molotov ke polisi, menyebabkan kebakaran yang membakar sepeda motor dan benda-benda lain di sepanjang jalan. Polisi menggunakan kanon air untuk memadamkan api dan terus menembakkan gas air mata kepada para pengunjuk rasa.

Kerusuhan berlanjut sampai jam 3:30 pagi, ketika para pengunjuk rasa dilaporkan membakar sebuah asrama polisi di Petamburan, Jakarta Pusat, bersama dengan bus dan mobil di kompleks tersebut.

Protes Pemilu Berubah Menjadi Kekerasan, Satu Dilaporkan Tewas – Awak media melaporkan bahwa Farhan Syafero, berusia 30 tahun, warga Depok, Jawa Barat, meninggal karena luka tembak setelah ia mengambil peluru di dadanya di Tanah Abang.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan Presiden Jokowi sebagai pemenang pemilihan presiden, memperoleh 55 persen suara.

Pengumuman itu, yang dibuat dua hari lebih awal dari yang diharapkan, membuat Pak Prabowo dan para pendukungnya kesal, yang telah merencanakan untuk mengadakan rapat umum “kekuatan rakyat” untuk memprotes hasilnya.

Ketua Umum Partai Gerindra telah menyatakan kemenangan beberapa kali sebelum KPU mengumumkan kekalahannya.

Dia berencana untuk menantang hasilnya di Mahkamah Konstitusi.

Leave a Reply