Friday , September 21 2018
Home > News > Proyek Breakwater Anies Di Pulau Seribu Berpotensi Merusak Karang
Proyek Breakwater Anies Di Pulau Seribu Berpotensi Merusak Karang
Proyek Breakwater Anies Di Pulau Seribu Berpotensi Merusak Karang

Proyek Breakwater Anies Di Pulau Seribu Berpotensi Merusak Karang

Proyek Breakwater Anies Di Pulau Seribu Berpotensi Merusak Karang – Ketua KNPI Kepulauan Seribu, Didi Setiadi mengaku kecewa dengan kebijakan SDA Kepulauan Seribu yang ingin membuat proyek pembangunan pemecah ombak ( Breakwater) pada tiga pulau pemukiman Kabupaten Kepulauan Seribu. Rencananya proyek itu akan dilakukan di Pulau untung Jawa, Pulau Tidung, dan Pulau Sebira.

“Proyek puluhan miliar tersebut enggak sesuai dengan janji kampanye Anies kemarin, ini proyek gagal. Minim manfaat dan proyek turunan reklamasi teluk Jakarta,” kata Didi saat dikonfirmasi, Selasa (18/9). Menurut Didi, selain tidak sesuai dengan janji Anies saat dirinya melakukan kampanye pada Pilkada yang lalu. Proyek ini sendiri telah membunuh karang karang yang berada di dasar laut.

Proyek Breakwater Anies Di Pulau Seribu Berpotensi Merusak Karang – “Pengerjaan proyeknya asal-asalan. Penurunan material ke dasar laut bikin rusak karang. Saya memiliki foto underwater. Karang rusak. Kalau karang rusak, lalu apa yang tersisa?,” jelas Didi. Didi mengaku heran dengan proyek yang merusak lingkungan seperti ini bisa lewat dari pengawasan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

“Kan Pak Gubernur sudah bikin Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) pengelolaan pesisir dan kepulauan seribu. Masa yang beginian, yang merusak lingkungan dan enggak sesuai janji kampanye lewat juga dari pengawasan,” tegasnya. Bahkan Didi sendiri curiga, tim TGUPP ini tidak memiliki manfaat yang berarti sama sekali dalam kerjanya.

Proyek Breakwater Anies Di Pulau Seribu Berpotensi Merusak Karang – “Ini kerja mereka apa? mereka cuma numpang nama atau ada orangnya tapi tak paham masalah pulau?” lanjut Didi. Pihaknya meminta proyek betonisasi tersebut untuk dapat dihentikan. Hal tersebut karena pada setiap pulau sudah dibuat lingkaran yang berfungsi untuk menghambat abrasi dari air laut itu sendiri.

“Jalan lingkar yang mengelilingi pulau sudah cukup untuk menghambat abrasi. Terus mau dibeton lagi? Percuma. Buang-buang uang,” katanya. Proyek senilai 87.3 miliar ini akan lebih bermanfaat bila digunakan untuk kebutuhan mendesak warga pulau.

“Ketersediaan air bersih itu masih menjadi persoalan masyarakat pulau. Beberapa pulau, air konsumsi terasa asin. Lalu, soal peningkatakan pelayanan pariwisata juga menjadi kebutuhan mendesak ketimbang menenggelamkan beton ke laut,” tandasnya.

Baca juga ; Mendagri Tanggapi Soal eKTP Yang Tercecer Di Serang 

Check Also

Tidak Sanggup Bayar Hutang 200 Juta Ahmad Dhani Terancam Bui

Tidak Sanggup Bayar Hutang 200 Juta Ahmad Dhani Terancam Bui

Tidak Sanggup Bayar Hutang 200 Juta Ahmad Dhani Terancam Bui – Kasus ujaran ‘idiot’ yang dilaporkan …