Wednesday , November 21 2018
Home > Politik > Ratna Sarumpaet Bantah Menggulirkan Konferensi Pers dengan Prabowo
Ratna Sarumpaet Bantah Menggulirkan Konferensi Pers dengan Prabowo

Ratna Sarumpaet Bantah Menggulirkan Konferensi Pers dengan Prabowo

Ratna Sarumpaet, yang dituduh menyebarkan cerita palsu tentang penyerangannya, membantah tuduhan bahwa dia adalah orang yang meminta Ketua Partai Gerindra, Prabowo Subianto untuk mengadakan konferensi pers tentang hal itu pada 2 Oktober.

Tidak, tidak, dia menggelengkan kepalanya ketika berjalan menuju gedung Departemen Kejahatan Kepolisian Jakarta pada hari Senin, 22 Oktober.Ratna Sarumpaet mengatakan dia tidak tahu siapa yang memulai konferensi pers, tetapi menegaskan bahwa itu bukan dia. Bukan aku, katanya.

Nanik S. Deyang, wakil manajer kampanye pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, telah memberikan pernyataan polisi tentang kebohongan Ratna. Termasuk fakta bahwa Ratna Sarumpaet berusaha sangat keras untuk meyakinkan semua orang tentang serangan itu, kata pengacara Nanik, Marthadinata, kepada Tempo pada Wendesday pekan lalu, 17 Oktober.

Marthadinata mengatakan bahwa menurut kliennya, Ratna Sarumpaet adalah orang yang memprakarsai konferensi pers yang diadakan oleh Prabowo. Ada pertemuan antara Ratna dan Prabowo pada tanggal 2 Oktober, yang juga dihadiri oleh Fadli Zon, Amien Rais, dan Said Iqbal.

Baca Juga : Jusuf Kalla Mengakui Data Produksi Pangan yang Mencengangkan

Menurut Marthadinata, Nanik mengatakan bahwa selama pertemuan Ratna mengatakan kepada semua orang bahwa dia diserang, dan bahkan meminta Prabowo untuk mengadakan konferensi pers untuk menceritakan kejadian tersebut.

Dia mengatakan bahwa itu untuk mencegah orang lain takut, kata Marthadinata. Itu karena permintaan bahwa Prabowo kemudian mengadakan konferensi pers. Marthadinata mengatakan bahwa Nanik percaya pertemuan itu adalah bagian dari serangkaian kebohongan yang diucapkan Ratna.

Ratna Sarumpaet mengklaim bahwa dia diserang pada 21 September di Bandung. Kisahnya menjadi viral setelah foto wajahnya yang bengkak dan memar telah diposting ke internet.

Dia kemudian mengakui bahwa serangan itu tidak pernah terjadi, dan memar di wajahnya adalah efek dari operasi kosmetik. Dia meminta maaf dan mengklaim bahwa dia mengatakan kebohongan untuk menyembunyikan fakta bahwa dia memiliki prosedur kosmetik dari keluarganya.

Ratna Sarumpaet telah ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar pasal 14 KUHAP, dan pasal 45 UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Dia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta menunggu untuk naik pesawat ke Santiago, Chili.

Check Also

Anies Baswedan Ungkap 30 Wilayah Jakarta Rawan Banjir

Anies Baswedan Ungkap 30 Wilayah Jakarta Rawan Banjir

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan 30 daerah rawan banjir di ibukota menjelang musim hujan. Ada …