News

Ratusan Orang Meninggal Dalam Banjir Bandang, Jayapura Menyiapkan Pemakaman Massal

Ratusan Orang Meninggal Dalam Banjir Bandang, Jayapura Menyiapkan Pemakaman MassalRatusan Orang Meninggal Dalam Banjir Bandang, Jayapura Menyiapkan Pemakaman Massal

Ratusan Orang Meninggal Dalam Banjir Bandang, Jayapura Menyiapkan Pemakaman Massal – Pada hari Rabu pagi, 20 Maret 2019, petugas penyelamat telah menemukan 104 korban tewas dari banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Jayapura, Papua pada hari Minggu 17 Maret 2019.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Mitigasi (BNPB) mengatakan bahwa 79 orang masih dilaporkan hilang sejak banjir bandang melanda kabupaten tersebut.

Tidak semua mayat telah diidentifikasi, 40 mayat belum diidentifikasi, jadi bupati Jayapura memutuskan untuk mengadakan pemakaman massal untuk para korban pada hari Kamis, 21 Maret 2019, kata juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Pejabat pemerintah Jayapura mengatakan mereka telah menyiapkan tanah untuk penguburan dan akomodasi bagi para pelayat.

Bupati Jayapura, Bapak Mathius Awaitaouw mengumumkan masa darurat 14 hari yang dimulai pada tanggal 16 Maret 2019 dan akan berlangsung hingga 29 Maret 2019.

Kementerian Sosial mengumumkan pada hari Jumat bahwa berdasarkan laporan dari komando militer regional (Kodam) XVII / Cendrawasih, 11.331 orang berlindung di 29 pusat evakuasi di seluruh Kabupaten Jayapura.

Baca Juga : Ma’ruf Amin Dilaporkan Ke Bawaslu Atas Dugaan Kampanye Hitam

Ratusan Orang Meninggal Dalam Banjir Bandang, Jayapura Menyiapkan Pemakaman Massal – Banjir bandang telah mempengaruhi lima kabupaten yakni Sentani, Waibu, Sentani Barat, Ravenirara dan Depapre.

Pak Sutopo mengatakan tim gabungan dengan 1.613 personel dari 23 institusi telah dikerahkan ke Sentani untuk memberikan bantuan darurat kepada setiap korban di sana.

Pada hari Kamis, seorang petugas pengawas desa (Babinsa) tanpa pengawasan menyelamatkan seorang wanita berusia 66 tahun bernama Friskila Wally, yang ditinggal sendirian di rumahnya di desa Asei, distrik Sentani Timur, Jayapura.

Keluarga Friskila dipindahkan dari rumah mereka ketika Danau Sentani meluap pada malam hari Rabu. Dia tertinggal karena gelap ketika mereka meninggalkan desa, terlalu berisiko bagi Friskila untuk mengikuti mereka.

Setelah menerima laporan dari keluarga Friskila pada hari Kamis pagi, Kepala Perwira Babinsa Bapak Sersan Supriyadi, pergi langsung ke desa dengan perahu tradisional dan menemukan Friskila di rumahnya, yang setengah terendam air dari Danau Sentani.

Friskila ditemukan tergeletak di atas meja di rumahnya, sehat tetapi lemah.

Leave a Reply