Friday , June 22 2018
Home > News > Rekor Penyitaan 1,6 ton Shabu Metamfetamin Oleh Polisi Indonesia
Rekor Penyitaan 1,6 ton Shabu Metamfetamin Oleh Polisis Indonesia
Rekor Penyitaan 1,6 ton Shabu Metamfetamin Oleh Polisis Indonesia

Rekor Penyitaan 1,6 ton Shabu Metamfetamin Oleh Polisi Indonesia

Rekor Penyitaan 1,6 ton Shabu Metamfetamin Oleh Polisis Indonesia – Polisi Indonesia menyita 1,6 ton shabu metamfetamin dari sebuah kapal di lepas pantai utara pulau Batam pada hari Selasa, seorang pejabat narkotika mengatakan, obat bius utama kedua bulan ini.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo telah menindak perdagangan manusia dalam upaya untuk menahan konsumsi garam dan narkotika yang melonjak. Tapi tidak ada perang berdarah terhadap narkoba seperti di negara tetangga Filipina, di mana ribuan orang telah terbunuh dalam operasi anti-narkoba.

Indonesia memiliki undang-undang anti-narkotika yang paling ketat di dunia dan perdagangan narkoba dapat dihukum mati. Ini diperkirakan 1,6 ton dan ya, ini adalah rekor kejang bagi kami, kata Sulistiandriatmoko, menambahkan bahwa rincian asal dan tujuannya masih dalam penyelidikan.

BACA JUGA : Anies Akan Mengejutkan Warga Jakarta Dengan Penutupan Alexis

Rekor Penyitaan 1,6 ton Shabu Metamfetamin Oleh Polisis Indonesia – Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) memperkirakan bahwa perdagangan metamfetamin dan heroin Asia Tenggara bernilai $ 31 miliar pada tahun 2013. Awal bulan ini, pihak berwenang Indonesia menyita lebih dari 1 ton meth crystal, yang dikenal secara lokal sebagai ‘shabu-shabu’, juga di Batam, sebuah pusat industri kecil yang merupakan perjalanan feri singkat dari Singapura.

Budi Waseso, kepala badan anti-narkotika, mengatakan bahwa pihak berwenang telah bertindak berdasarkan tip dari pihak berwenang China dan Thailand dan bahwa pengiriman tersebut berasal dari Myanmar dalam sebuah kapal yang menyamar sebagai kapal nelayan. Sudah ke Australia … dan masuk dan keluar dari perairan Indonesia beberapa kali. Ini berarti kapal ini telah berulang kali masuk ke Indonesia membawa narkotika dalam jumlah besar, kata Waseso.

Myanmar adalah bagian dari apa yang disebut Segitiga Emas di mana ia bertemu dengan Thailand dan Laos dan di mana produksi obat terlarang dan perdagangan berlangsung pesat.

Check Also

Prabowo Yakin Kekuatan Politik Menentukan Presiden Masa Depan

Prabowo Yakin Kekuatan Politik Menentukan Presiden Masa Depan

Prabowo Yakin Kekuatan Politik Menentukan Presiden Masa Depan – Ketua partai oposisi Indonesia Gerindra, Prabowo …