Tuesday , December 12 2017
Home > News > RENCANA AHOK DALAM MEMBATALKAN BANDING

RENCANA AHOK DALAM MEMBATALKAN BANDING

SARANANKRI – Keputusan yang di ambil oleh pihak keluarga dan Tim Kuasa Hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menganai pencabutan permohonan banding terkait kasus Penodaan Agama. Permohonan Banding yang di cabut adalah salah satu rencana rencana untuk mempresentasikan pemeriksaan kembali ke Mahkamah Agung.

Ahli Hukum Pidana Abdul Fickar Fajar menyatakan , Ahok benar benar berpotensial dalam merencanakan pencabutan permohonan banding dan memilih untuk melakukan pemeriksaan kembali. Karena , proses pengajuan pemeriksaan kembali jauh lebih singkat dibandingkan menjalani proses Naik Banding.

“Kalau Naik banding mereka harus mempresentasikan banding , jika banding tersebut di proses , kalau di tolak ada kasasi baru di proses. Dan Jika Pemeriksaan Kembali (PK) akan langsung di riset oleh Mahkamah Agung. Selama Mahkamah Agung belum memberikan jawaban Ahok hanya perlu menjalankan vonis dari pengadilan saja. Karena Pemeriksaan Kembali hanya diperbolehkan setelah adanya kekuatan hukum yang tetap,” Jelas Fickar , Senin (22/5/2017).

BACA JUGA : PERMOHONAN BANDING YANG DI CABUT OLEH VERONICA TAN

“Saya mengira tujuan dari Pencabutan Permohonan Banding adalah untuk membuat persentasi ke Mahkamah Agung agar kasus tersebut mendapatkan pemeriksaan kembali,” ungkap Fickar.

Fickar juga menyatakan , jika Ahok menganjurkan Pemeriksaan Kembali (PK) , Ahok bisa menuntut salah satu dari dua alasan yaitu : Alasan pertama karena dilatari oleh bukti bukti baru , sedangkan yang kedua karena adanya kesalahan dalam pemutusan vonis oleh Majelis Hakim.

Menurut Fickar alasan kedualah yang paling tepat dan masuk akan oleh pihak Ahok. “Mereka bisa beralasan bahwa Majelis Hakim telah mendiamkan pembelaan dan juga bukti bukti yang sudah diberikan.

Rencana untuk mengajukan Pemeriksaan kembali lebih efisien dibandingkan menjalani proses banding. Fickar juga menyatakan jika pihak Ahok tetap bersi keras untuk menempuh jalur banding , risiko dari pengajuan permohonan banding yaitu mendapat penolakan hingga penambahan vonis yang akan lebih berat di bandingkan vonis yang sudah diberikan.

Hal tersebut sangat besar kemungkinan terjadi jika kita melihat kembali kasus penodaan agama yang terjadi di masa lalu.

BACA JUGA : CHILE AJARKAN WARGANYA TANAM GANJA DIRUANGAN

“Contoh kasus di masa lalu yang terkait dengan Penodaan agama hampir semua terdakwa di hukum lebih dari dua tahun. Mungkin pihak Ahok atau keluarga takut hal yang pernah terjadi jika kalah di tahap pengajuan banding. Oleh sebab itu pihak keluarga lebioh memilih untuk mencabut permohonan banding di bandingkan melanjutkannya,” jelas Fickar.

Dalam kasus yang sedang di jalani Ahok , Ahok masih memiliki senjata selain melakukan pengajuan Pemeriksaan Kembali. Senjata yang dapat Ahok gunakan selain melakukan pemeriksaan kembali yaitu Pengampunan atau pengurangan masa pidana yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo.

Fickar juga menyatakan bahwa kemungkinan kecil Ahok membatalkan Permohonan Banding untuk dapat menggunakan Pengampunan atau pengurangan terhadap masa pidana yang telah di tetapkan.

Fickar juga menyatakan jika Ahok tidak melakukan langkah apa pun seusai mencabut permohonan banding , artinya Ahok sudah menerima dan tetap akan menjalankan vonis dua tahun penjara yang telah di tetapkan oleh Hakim Pengadilan Negeri , Jakarta Utara.

“Jadi Ahok tetap akan menjalani hukuman penjara sesuai vonis yang telah diputuskan oleh Majelis Hakim yaitu Hukuman Pidana Dua Tahun Penjara dan waktu tersebut di hitung sejak pertama kali Ahok di tahan usai Vonis yang sudah diberikan kepada Ahok,” ungkap Fickar.

 

Check Also

TUAN RUMAH DALAM FIBA WORLD CUP 2023 AKAN DI RAIH OLEH INDONESIA

TUAN RUMAH DALAM FIBA WORLD CUP 2023 AKAN DI RAIH OLEH INDONESIA

SARANANKRI – TUAN RUMAH DALAM FIBA WORLD CUP 2023 AKAN DI RAIH OLEH INDONESIA. Indonesia , …