Wednesday , December 13 2017
Home > News > RENCANA PANGLIMA TNI DALAM KASUS KORUPSI
RENCANA PANGLIMA TNI DALAM KASUS KORUPSI
RENCANA PANGLIMA TNI DALAM KASUS KORUPSI

RENCANA PANGLIMA TNI DALAM KASUS KORUPSI

SARANANKRI – Rencana Panglima TNI dalam kasus Korupsi adalah membersihkan semua korupsi yang terdapat dalam tubuh para TNI. Tipuan dalam penyediaan dan pembelian alutsista yang biasanya dikenal sebagai ‘Lahan Basah” di masa lalu , kini di obrak abrik. Sebagian anggota TNI yang terlibat dalam tipuan tersebut di proses secara hukum tanpa ampun.

“Tahun ini para anggota TNI fokus dalam membersihkan korupsi,” ungkap Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyi beberapa waktu yang lalu.

Gatot Nurmantyo sadar bahwa korupsi yang dilakukan tidak hanya antar sesama TNI tetapi juga antara TNI dengan pihak publik. Rencana Panglima TNI dalam melakukan penagkapan terhadap kawanan tersebut yaitu , TNI akan menjalin hubungan dengan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) , Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Rencana Panglima TNI dalam kasus Korupsi tersebut akhirnya mendapatkan hasil. Dari hasil tersebut sudah ada sejumlah perwira dan juga Jendral yang sudah ditarik ke jalur Hukum.

BACA JUGA : RIZIEQ SYIHAB TELAH DI TETAPKAN MENJADI TERSANGKA

Yang pertama adalah Brigjen TNI Teddy Hernayadi yang sudah di vonis seumur hidup dalam kasus korupsi penyediaan alutsista yang berjumlah seniali ISD 12 Juta atau setara dengan Rp 156 Milliar. Hal tersebut dilakukan oleh Teddy saat dirinya masih menjabat sebagai kolonel. Beberapa Alutsista yang dikorupsinya adalah Pembelian Helikopter Apache dan Jet Tempur F-16.

Selanjutnya adalah seorang pejabat Badan Keamanan Laut Indonesia (Bakamla) yang saat ini juga menjadi tersangka korupsi Penyedia alat monitoring satelit. Laksamana Pertama TNI BU , yang saat ini masih berjalan secara hukum dengan kasus yang menjeratnya.

Pihak Polisi Militer juga melakukan pemeriksaan terhadap rumah Jendral Bintang satu ini. Dalam pemeriksaan yang di lakukan di rumah sang Jendral , Pihak kepolisian Militer menemukan Unag Dollar Singapura sebanyak 80 ribu dan USD 50 ribu.

HELIKOPTER AW-101 DIBERI GARIS POLISI.
             HELIKOPTER AW-101 DIBERI GARIS POLISI.

Pembelian Helikopter Aw101 saat ini menjadi pembahasan yang sedang maraknya untuk di bahas. Helikopter tersebut sudah mendapatkan penolakan untuk menjadi Pesawat Kepresidenan oleh Jokowi. Penolakan tersebut membuat Halim mendapatkan kecurigaan tentang kasus korupsi tersebut.

Presiden Jokowi akhirnya memberikan perintah kepada Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo dan juga KPK untuk menyelidiki masalah tersebut hingga selesai. Dalam hasil pemeriksaan ditemukan bahwa Negara mengalami kerugian sebesar Rp 220 Milliar. Dalam pemeriksaan yang dilakukan , Pihak Polisi Militer dan juga KPK langsung melakukan petetapan tersangka secara cepat.

BACA JUGA : KESAKSIAN PENGEMUDI TRUK YANG TELAH MENEWASKAN 3 NYAWA DI RINGROAD

Dari pihak Militer , POM sudah memastikan Tiga Tersangka. Salah satu tersangnya adalah seorang Pahlawan Tinggi Bintang Satu dari TNI AU.”Marsma FA , Pejabat pembuat komitmen,” ujar Jendral Gatot Nurmantyo di KPK , Jumat 26 Mei 2017.

Selain Marsma FA , POM juga memastikan bahwa Letkol WW sebagai Pejabat yang memegang KAS dan Pelda SS sebagai staf pemegang KAS.

“Kejahatan Korupsi adalah satu perbuatan yang melawan Hukum dan di TNI Korupsi tersebut sangat merugikan prajurit karena Prajuritlah yang menjadi korban. Dan yang melakukannya adalah penentu kebijakan dan bisa juga membahayakan para prajurit karena merekalah yang membeli alat sistem senjata dari hasil korupsi. Senjata yang diberikan pastilah tidak maksimal dan juga akan melemahkan NKRI,” jelas Jendral Gatot.

 

Check Also

TUAN RUMAH DALAM FIBA WORLD CUP 2023 AKAN DI RAIH OLEH INDONESIA

TUAN RUMAH DALAM FIBA WORLD CUP 2023 AKAN DI RAIH OLEH INDONESIA

SARANANKRI – TUAN RUMAH DALAM FIBA WORLD CUP 2023 AKAN DI RAIH OLEH INDONESIA. Indonesia , …