News

RUMAH KETUA DAN WAKIL KETUA KPK DI TEROR BOM

RUMAH KETUA DAN WAKIL KETUA KPK DI TEROR BOMRUMAH KETUA DAN WAKIL KETUA KPK DI TEROR BOM

RUMAH KETUA DAN WAKIL KETUA KPK DI TEROR BOM – Kediaman ketua dan Wakil Ketua KPK diteror, namun ancaman itu tidak menghalangi Bapak Agus Rahardjo dan Laode M Syarif dari melanjutkan pekerjaan mereka, karena mereka segera kembali ke kantor mereka setelah memberikan pernyataan kepada penyelidik polisi.

Setelah kejadian itu, kami mendiskusikan langkah-langkah untuk mengantisipasi kemungkinan risiko keamanan. Kami akan meningkatkan langkah-langkah keamanan bila perlu, kata juru bicara KPK Bapak Febri Diansyah.

Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo mengatakan serangan pada hari Rabu, 9 januari 2019, mungkin terinspirasi oleh kasus-kasus sebelumnya yang melibatkan personil KPK.

RUMAH KETUA DAN WAKIL KETUA KPK DI TEROR BOM – Dia merujuk pada serangan terhadap penyelidik senior Novel Baswedan pada bulan April 2017, ketika pria tak dikenal melemparkan asam ke wajahnya menyebabkan cedera serius di matanya. Polisi tidak pernah menyebutkan tersangka dalam kasus ini meskipun ada investigasi yang berkepanjangan.

Jika serangan-serangan ini dibiarkan tidak terpecahkan, mungkin ada lebih banyak serangan yang berpotensi membahayakan nyawa lebih banyak personil KPK dan melemahkan perjuangan melawan korupsi dalam jangka panjang. Karena itu, Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Pak Jokowi harus memerintahkan polisi untuk segera menyelesaikan kasus-kasus ini, kata Pak Adnan.

Adnan Topan Husodo digaungkan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bapak Bambang Soesatyo yang meminta polisi untuk menemukan dalang di balik dugaan ancaman bom terhadap Pak Agus dan Pak Laode untuk mencegah ancaman itu melonjak di luar kendali.

Jangan biarkan insiden ini memburuk terutama menjelang pemilihan presiden dan legislatif, kata Pak Bambang.

Baca Juga : JOKOWI ENGGAN MEMBERIKAN KOMENTAR TENTANG SWASEMBADA PANGAN

RUMAH KETUA DAN WAKIL KETUA KPK DI TEROR BOM – Polisi telah menugaskan tim investigasi gabungan yang terdiri dari personel dari di antara lembaga-lembaga lain seperti Kepolisian Jakarta, Kepolisian Nasional dan pasukan kontraterorisme Densus 88 Kepolisian Nasional.

Juru bicara Kepolisian Nasional Brigjen. Jenderal Bapak Dedi Prasetyo mengatakan Densus 88 ditugaskan untuk bergabung dengan tim investigasi mengingat pengalamannya yang luas dalam menangani bahan peledak.

Beri waktu pada tim untuk bekerja. Kami akan mengumumkan hasilnya setelah selesai, kata pak Dedi.

Secara terpisah, Argo mengatakan personil Polda Metro Jaya akan mengintensifkan patroli, terutama di sekitar rumah komisioner KPK.

Serangan-serangan tersebut mengikuti salah satu tahun tersibuk KPK pada tahun 2018, di mana badan anti-korupsi menyelidiki 178 dugaan kasus korupsi dan menuntut ratusan orang yang terdiri dari para pemimpin lokal, anggota parlemen, anggota dewan dan orang bisnis.

Serangan hari Rabu menyerupai ancaman teror sebelumnya terhadap seorang penyelidik KPK pada tahun 2015 di mana paket seperti bom dibiarkan di depan rumah Bapak Apip Julian Miftah yang pada waktu itu sedang mengerjakan sejumlah kasus korupsi yang terkenal.

Leave a Reply