Ekonomi

Rupiah Terus Menguat, BI: Masih Kemurahan

Nilai tukar rupiah belakangan ini terus menguat. Dolar amerika pun sudah meninggalkan zona Rp.15.000 dan saat ini sudah berada di level Rp.14.500.

Walaupun begitu, Bank Indonesia yang menjadi penjaga nilai tukar menilai rupiah saat ini kondisinya masih kemurahan atau under value. Dan BI pun bersyukur soal rupiah yang terus menguat.

“Rupiah sudah undervalue tapi sudah mulai terapresiasi, masih kompetitif.” kata Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo.

Dody menjelaskan nilai tukar rupiah sejatinya merupakan salah satu gambaran fundamental ekonomi negara. Dengan melihat kondisi ekonomi makro seperti pertumbuhan ekonomi yang masih di atas 5% dan inflasi terjaga di sekitar 3% seharusnya rupiah masih bisa lebih menguat.

Dengan begitu bisa dipastikan bahwa pelemahan rupiah beberapa bulan kemarin lebih disebabkan oleh gejolak ekonomi global.

“Rupiah dengan angka sekarang mungkin kemurahan. Tapi rupiah tidak sendirian, banyak juga yang melemah karena global. Siapa yang bisa menahan tekanan keluarnya dana asing, kalau ada tekanan dari negara maju.” katanya.

Untuk menjaga nilai rupiah, BI sendiri sudah sering kali mengambil kebijakan moneter ditahun ini. Suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate saja sudah naik 175 basis point yang saat ini sudah berada dilevel 6%.

Namun kemarin saat BI menaikkan suku bunga acuan 0,25% dari 5,75% ke 6%, dasarnya bukan karena melihat inflasi. BI ambil keputusan itu sebagai upaya untuk menekan defisit neraca transaksi berjalan.

evelyn tanadi
the authorevelyn tanadi

Leave a Reply