Thursday , February 22 2018
Home > Ekonomi > SANDI MENGATAKAN TOL BAWAH TANAH TIDAK MENGGUNAKAN BIAYA APBD DKI
SANDI MENGATAKAN TOL BAWAH TANAH TIDAK MENGGUNAKAN BIAYA APBD DKI
SANDI MENGATAKAN TOL BAWAH TANAH TIDAK MENGGUNAKAN BIAYA APBD DKI

SANDI MENGATAKAN TOL BAWAH TANAH TIDAK MENGGUNAKAN BIAYA APBD DKI

SARANANKRI SANDI MENGATAKAN TOL BAWAH TANAH TIDAK MENGGUNAKAN BIAYA APBD DKI. Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno menerangkan soal rencana pembangunan proyek jalan tol bawah tanah. Proyek ini adalah kerja sama anatara PT Antaredja Mulia Jaya dengan PT Jakarta Tollroad Development. PT Jakarta Tollroad Development menggarap proyek sebanyak 6 ruas tol dalam kota DKI Jakarta yang telah dimulai sejak Februari 2017 lalu. dalam 6 ruas tol dengan total panjang mencapai 69,77 km diperkirakan baru dapat rampung pada tahun 2022 mendatang.

SANDI MENGATAKAN TOL BAWAH TANAH TIDAK MENGGUNAKAN BIAYA APBD DKI. Proyek tunnel terpadu yang pasti menanam US$ 3 miliar atau sekitar Rp 39 triliun diwilayah Jakarta yang akan menghubungkan 2 fase daripada ke-2 section yang terdiri dari 6 ruas tol dalam kota. Ini yang akan kami laporkan tadi, ada beberapa progress yaitu sudah tercapai kesepakatan awal dengan PT Jakarta tollroad Development yang miliki konsesi 6 ruas jalan tol, ucap Sandiaga, diBalai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus.

BACA JUGA : INI DIA SOSOK GADIS YANG RELA JUAL KEPERAWANAN NYA HINGGA Rp 16 M

SANDI MENGATAKAN TOL BAWAH TANAH TIDAK MENGGUNAKAN BIAYA APBD DKI. Untuk fase ke-2 ini akan dilakukan pembangunan 2 ruas jalan tol. Rute perjalannya dari Duri Pulo menuju Kampung Melayu mencapai sepanjang 12,65 km, kemudian dari Kemayoran menuju Kampung Melayu mencapai sepanjang 9,6 km. Jadi, 2 ruas itu dibangun dibawah tanah dengan kedalaman hingga 7-15 meter, dan itu akan digunakan sebagai jalur transportasi kendaraan untuk jalan tol, untuk air, pembangkit energi, dan utilitas kabel listrik, jelas Sandiaga.

Menurut Wakil Gubernur Jakarta yakni Sandiaga yang menarik dari keseluruhan proyek jalan tol bawah tanah ini yaitu tidak menggunakan APBD DKI jakarta sedikit pun. Sandi mengharapkan proyek-proyek tersebut dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong laju investasi di Ibukita DKI Jakarta.

BACA JUGA : PROSTITUSI BERKEDOK SALON DI BABEL TERCIUM POLISI CYBER

Ini menarik karena harus menggunkan biaya sebesar US$ 3 miliar yang dikucurkan proyek ini tanpa menggunakan APBD, feasibility study dilakukan oleh perusahaan swasta. Dengan kerja sama ini kita berharap dapat mengurai kemacetan diberbagai jalan, menyediakan lapangan kerja, meningkatkan investasi di Ibukota, mengatasi masalah banjir, menambah energi di wilayah DKI Jakarta, tutur pria yang akrab disapa Sandi itu.

Sementara daripda itu, Komisaris Utama PT Antaredja Mulia Jaya, yakni Wibosono menyebutkan Pemprov DKI jakarta diuntungkan dengan adanya proyek itu. Untuk pendanaannya bisa didapat dari jasa penyedia keuangan yang berasal dari Amerika Serikat. Pemprov diuntungkan karena tak perlu mengeluarkan anggaran pembangunan atau pemeliharaan selama 45 tahun. Setelah itu menjadi milik Pemprov DKI Jakarta. Kami sudah mendapatkan pendanaan dari Ryan Project funding yang berasal dari Amerika Serikat sesuai dengan yang dibutuhkan yakni senilai 3 billion dollar atau sebesar Rp 40 triliun, Jelas Wibisono, di Balai Kota.

Check Also

PEMERINTAH CHINA AKAN BERANTAS PARA PENARI BUGIL DALAM ACARA PEMAKAMAN

PEMERINTAH CHINA AKAN BERANTAS PARA PENARI BUGIL DALAM ACARA PEMAKAMAN

SARANANKRI PEMERINTAH CHINA AKAN BERANTAS PARA PENARI BUGIL DALAM ACARA PEMAKAMAN. Otoritas China saat ini …