Tuesday , December 18 2018
Home > Ekonomi > SBY : Jika Diam adalah Emas, maka “Bicara adalah Silver”
SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

SBY : Jika Diam adalah Emas, maka “Bicara adalah Silver”

Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyebutkan istilah dari “Speak is Silverr” pada saat menyampaikan serangkaian tweet melalui akun Twitter miliknya tersebut, @SBYudhoyono, Rabu (12/09/2018).

Istilah itu juga digunakan sebagai penggambaran bahwa tidak selamanya bicara berdampak salah dan juga buruk. Menurut SBY, ini tergantung pada konteks serta kapastitas si pembicara tersebut.

Hal itu juga dia sampaikan sebagai tanggapan atas banyaknya masyarakat yang menyampaikan pesan “SBY jangan diam saja”, di sela-sela ucapan nya selamat ulang tahun yang dia terima, Minggu (09/09/2018) lalu.

“Dari ratusan ribu pesan yang saya terima, intinya ada tiga ucapan selamat, dan terima kasih untuk 10th bersama kepemimpinan saya dan juga ‘SBY Jangan Diam Saja,” tulis SBY.

Melalui tweet selanjutnya, SBY juga menyebutkan bawa dirinya tetap turut memikirkan dan juga memberikan kontribusi untuk kemajuan di indonesia. Dalam kapasitasnya sebagai mantan presiden, SBY mengaku tidak sepantasnya saya terlalu banyak bicara, apalagi jika memperkeruh suasana.

“Sebagai mantan presiden, tentu saja tidak etis kalo saya “Setiap Hari” berbicara, apalagi kalau sampai bikin gaduh. Itu juga bukan karakter dari saya. Seringkali ‘diam itu ema’,” tulis Ketua Umum Partai Demokrat ini.

Namun, dalam kapasitasnya sebagai pimpinan partai politik, dia juga harus menyampaikan pandangan dan juga sarannya terhadap pemerintah.

SBY pun mengaku, dia akan mendukung kebijakan dalam pemerintah yang tepat dan juga pro rakyat. Namun, kritikan akan dia lontarkan jika pemerintah mengeluarkan kebijakan yang sebaliknya.

“Nah, sebagai pemimpin partai politik, dala, leadaam tertentu saua mesti berbicara secara terukur dan juga konstruktif. Ingat, ‘speak is silver’,” kata SBY.

SBY juga menganggap pro-kontra yang timbul dari masyarakat ini atas pernyataan-pernyataan yang dia sampaikan sebagai hal yang wajar dalam sebuah negara yang menganut sistem demokrasi.

Hal tersebut juga terkadang membuat orang-orang terdekatnya merasa tidak tega jika dirinya dihujani komentar-komentar negatif yang terkait kritik yang dia utarakan terhadap pemerintah. Akan tetapi, dia juga menganggapnya sebagai sebuah resiko yang harus dia hadapi.

Check Also

Apa Sebabnya, Jika Kepala Pusing Saat Berdiri Terlalu Cepat ?

Siapa yang pernah mengalami perasaan kepala seperti berputar-putar sesaat berdiri terlalu cepat dari duduk? Ya, …