News

Sebuah Mobil Kijang Pikap Tabrak Pagar Fly Over Tangerang (Green Lake City)

Sebuah Mobil Kijang Pikap Tabrak Pagar Fly Over Tangerang (Green Lake City)Sebuah Mobil Kijang Pikap Tabrak Pagar Fly Over Tangerang (Green Lake City)

SARANANKRI Sebuah Mobil Kijang Pikap Tabrak Pagar Fly Over Tangerang (Green Lake City). Sebuah kendaraan pikap jenis Toyota Kijang melaju kencang dan menabrak pembatas jalan layang (fly over) Jalan Boulevard Green Lake, Kota Tangerang, Banten. Akibatnya sebanyak 20 penumpang yang duduk di bak mobil kijang itu terlempar ke luar bak dan terpental. Kecelakaan itu terjadi di fly over Jalan Boulevard Green Lake, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, pada hari Minggu (25/11/2018) siang tadi. Mobil tersebut membawa sekitar 23 penumpang.

Informasi dari masyarakat bahwa kendaraan Kijang bak terbuka melaju cukup kencang dari arah Metland, Ciledug mengarah ke Green Lake, dan pada saat melintas fly over dan kondisi jalan berbelok dan menurun kendaraan tersebut kehilangan kendali sehingga menabrak pembatas jalan sebelah kiri, ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam keterangannya.

Saat kendaraan itu terbalik, sebanyak 20 orang penumpang terlempar keluar dari bak mobil tersebut. Warga dan polisi segera menyelamatkan para penumpang yang terpelanting dari bak pikap nahas itu. Kemudian anggota Polsek Cipondoh datang ke TKP langsung menyelamatkan korban dibantu oleh masyarakat sekitar, katanya.

Sebanyak 3 orang penumpang yang tewas dalam kecelakaan pikap yang menabrak pagar jalan layang (fly over) di Cipondoh, Tangerang. Ketiga penumpang tersebut diketahui masih pelajar sekolah. Ketiga penumpang tewas tersebut adalah Syaif Ali Maulana (14), Mahmud Hanafi (16), dan Sofyan (15). Sementara itu 20 penumpang lainnya mengalami luka serius seperti patah tulang, luka-luka dan lain-lain.

Kendaraan pikap tersebut kehilangan kendali sehingga menabrak pembatas jalan sebelah kiri sehingga mengakibatkan kendaraan terbalik dan penumpang sekitar kurang lebih 20 orang terpental keluar kendaraan. Atas kejadian tersebut mengakibatkan 3 orang meninggal dunia dan 20 orang luka luka, ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam keterangannya pada hari Minggu (25/11/2018).

Sebelumnya, kendaraan pikap jenis Kijang melaju sangat kencang dan menabrak pembatas jalan layang (fly over) Jalan Boulevard Green Lake, Kota Tangerang, Banten. Akibatnya 20 penumpang yang duduk di bak mobil terlempar ke luar.

Kecelakaan terjadi di fly over Jalan Boulevard Green Lake, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, pada hari Minggu (25/11) siang tadi. Mobil tersebut membawa sekitar 23 penumpang.

BACA JUGA: ASISTEN RUMAH TANGGA BERHASIL MEMBAWA LARI UANG MAJIKAN DAN PERHIASAN

Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, menegaskan ini merupakan kombinasi bentuk ketidaksadaran sang pengemudi dan masyarakat terhadap keselamatan berkendara. Terlebih, dalam undang-undang juga sudah diatur bahwa mobil barang bukan untuk angkutan orang. Seperti diketahui mobil pikap itu untuk angkutan barang. Itu udah peraturan. Seharusnya seluruh pemilik SIM paham soal itu, tegas Jusri saat berbincang dengan wartawan melalui sambungan telepon, pada hari Senin (26/11/2018).

Artinya, sang sopir sebagai pemilik SIM seharusnya mengetahui peraturan bahwa mobil pikap bukan untuk angkutan orang. Sebab, seluruh tanggung jawab keselamatan itu berada di pengemudi. Dalam hal ini dia akan kena karena tanggung jawab keselamatan ada pada pengemudi, apa pun alasannya kalau ada kecelakaan, cedera atau apa, maka pengemudi bertanggung jawab, ujar Jusri.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam keterangannya menyebutkan, berdasarkan informasi dari masyarakat mobil pikap tersebut melaju cukup kencang dari arah Metland, Ciledug mengarah ke Green Lake. Pada saat melintas fly over dengan kondisi jalan berbelok dan menurun kendaraan tersebut kehilangan kendali sehingga menabrak pembatas jalan sebelah kiri.

Saat kendaraan terbalik, 20 orang penumpang terlempar keluar. Warga dan polisi segera menyelamatkan para penumpang yang terpelanting dari bak pikap nahas itu.

Diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 137 bahwa mobil barang dilarang untuk angkutan orang. Selanjutnya pada pasal 303 disebutkan, setiap orang yang mengemudikan mobil barang untuk mengangkut orang kecuali dengan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137 dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Leave a Reply