Friday , September 21 2018
Home > News > Sekolah Semi Militer Di Batam Dituduh Memukul Dan Menahan Siswa
Sekolah Semi Militer Di Batam Dituduh Memukul Dan Menahan Siswa
Sekolah Semi Militer Di Batam Dituduh Memukul Dan Menahan Siswa

Sekolah Semi Militer Di Batam Dituduh Memukul Dan Menahan Siswa

Sekolah Semi Militer Di Batam Dituduh Memukul Dan Menahan Siswa – Sekolah menengah kejuruan swasta (SMK) di Batam, Kepulauan Riau, diyakini telah dijalankan dengan cara yang mirip militer, termasuk mengirim siswa yang tidak patuh ke sel penjara di dalam sekolah.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Komisi Perlindungan Anak Kepulauan Riau (KPPAD) baru-baru ini menerima laporan tentang RS, seorang siswa yang berusia 17 tahun di sekolah tersebut yang mengaku telah diborgol dan ditahan di dalam sel setelah dituduh. mencuri uang.

Alasan penahanan anak itu diduga untuk tujuan pendisiplinan,” kata komisioner KPAI Retno Listyarti pada keterangan tertulis, hari Rabu, 12 September 2018.

RS membantah telah mencuri uang, tetapi dia dipaksa untuk mengakui tuduhan itu. Dia kemudian melarikan diri dan ketika dia kembali ke Batam, RS diduga diambil paksa oleh ED seorang pemilik sekolah dan seorang perwira polisi.

RS dilaporkan diborgol dan dipukuli oleh ED di dalam mobil, setelah itu siswa itu ditahan di dalam sel di sekolah tersebut, kata komisi itu. RS, tambahnya, juga diduga menerima hukuman fisik karena ia diperintahkan untuk jongkok berjalan dengan tangan diborgol, sementara diawasi oleh teman-teman sekelasnya.

Baca Juga : Pelindung Partai Politik Demokrat Dan SBY Berencana Untuk Memukul Jejak Kampanye Untuk Prabowo

Sekolah Semi Militer Di Batam Dituduh Memukul Dan Menahan Siswa – ED juga diduga mengirim foto-foto RS yang menerima hukumannya kepada keluarganya dan mengunggah foto-foto itu ke semua media sosial, di mana dia juga dilaporkan menerbitkan desas-desus tentang RS, menuduh yang terakhir mencuri dan mendistribusikan obat-obatan.

Pelecehan fisik dan penindasan maya telah menyebabkan trauma psikologis yang besar bagi RS yang membutuhkan rehabilitasi medis dan psikologis,” kata Retno Listyarti.

Retno Listyarti mengatakan, SMK telah menerapkan pelatihan semi militer untuk mahasiswanya, termasuk dengan mengajari mereka menembak dengan senapan angin. Sekolah itu juga diduga mengadopsi kebijakan diskriminatif, di mana itu disukai beberapa siswa berdasarkan latar belakang mereka.

Sebelumnya, seorang siswa yang diidentifikasi sebagai F juga dilaporkan diganggu oleh seniornya dan ditahan di dalam sel. F kemudian dipindahkan ke sekolah lain oleh orang tuanya, katanya.

Retno Listyarti mengatakan, KPAI akan segera bertemu dengan Gubernur Bata,, Kepulauan Riau untuk membahas kasus tersebut, sementara komisioner akan mengunjungi sekolah tersebut untuk melakukan pengawasan.

Check Also

Istana Negara Menepis Saran Demokrat Mengenai Artikel Asia Sentinel

Istana Negara Menepis Saran Demokrat Mengenai Artikel Asia Sentinel

Istana Negara Menepis Saran Demokrat Mengenai Artikel Asia Sentinel – Istana Negara menepis saran yang …