Thursday , December 13 2018
Home > News > SEKOLAH SISTEM MILITER KEJAM DIPERIKSA PIHAK KEPOLISIAN DAN KPPAD BATAM
SEKOLAH SISTEM MILITER KEJAM DIPERIKSA PIHAK KEPOLISIAN DAN KPPAD BATAM

SEKOLAH SISTEM MILITER KEJAM DIPERIKSA PIHAK KEPOLISIAN DAN KPPAD BATAM

SEKOLAH SISTEM MILITER KEJAM DIPERIKSA PIHAK KEPOLISIAN DAN KPPAD BATAM

Sekolah menengah kejuruan swasta (SMK) di Batam, Kepulauan Riau, diyakini telah dijalankan dengan cara yang mirip militer, termasuk mengirim siswa yang tidak patuh ke sel “penjara” di dalam sekolah.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Komisi Perlindungan Anak Kepulauan Riau (KPPAD) baru-baru ini menerima laporan tentang RS, seorang siswa berusia 17 tahun di sekolah itu, yang mengaku telah diborgol dan ditahan di dalam sel setelah dituduh. mencuri uang.

Alasan penahanan anak itu diduga untuk tujuan pendisiplinan, kata komisioner KPAI Retno Listyarti seperti dikutip oleh kompas.com, Rabu.

RS membantah telah mencuri uang, tetapi dia dipaksa untuk mengakui tuduhan itu. Dia kemudian melarikan diri dan ketika dia kembali ke Batam, RS diduga diambil paksa oleh ED, pemilik sekolah dan seorang perwira polisi.

RS dilaporkan diborgol dan dipukuli oleh ED di dalam mobil, setelah itu siswa itu ditahan di dalam sel di sekolah itu, kata komisi itu. RS, tambahnya, juga diduga menerima hukuman fisik karena ia diperintahkan untuk jongkok berjalan dengan tangan diborgol, sementara diawasi oleh teman-teman sekelasnya.

ED juga diduga mengirim foto-foto RS yang menerima hukumannya kepada keluarganya dan mengunggah foto-foto itu ke media sosial, di mana dia juga dilaporkan menerbitkan desas-desus tentang RS, menuduh yang terakhir mencuri dan mendistribusikan obat-obatan.

Pelecehan fisik dan penindasan maya telah menyebabkan trauma psikologis yang besar bagi RS, yang membutuhkan rehabilitasi medis dan psikologis, kata Retno.

Retno mengatakan, SMK telah menerapkan pelatihan semi-militer untuk mahasiswanya, termasuk dengan mengajari mereka menembak dengan senapan angin. Sekolah juga diduga mengadopsi kebijakan diskriminatif, di mana itu disukai beberapa siswa berdasarkan latar belakang mereka.

Sebelumnya, seorang siswa yang diidentifikasi sebagai F juga dilaporkan diganggu oleh seniornya dan ditahan di dalam sel. F kemudian dipindahkan ke sekolah lain oleh orang tuanya, katanya.

Retno mengatakan, KPAI akan segera bertemu dengan Gubernur Kepulauan Riau untuk membahas kasus tersebut, sementara komisioner akan mengunjungi sekolah untuk melakukan pengawasan.

Check Also

AKU TELAH DIPERKOSA HUKUM NEGERI TAK TERLIHAT AKAN MELINDUNGIKU

AKU TELAH DIPERKOSA HUKUM NEGERI TAK TERLIHAT AKAN MELINDUNGIKU

AKU TELAH DIPERKOSA HUKUM NEGERI TAK TERLIHAT AKAN MELINDUNGIKU Agni, nama samaran yang digunakan oleh …