Monday , October 22 2018
Home > News > Sekretaris PDI Perjuangan Jatim Bantah Ditangkap KPK Di Malang
Sekretaris PDI Perjuangan Jatim Bantah Ditangkap KPK Di Malang
Sekretaris PDI Perjuangan Jatim Bantah Ditangkap KPK Di Malang

Sekretaris PDI Perjuangan Jatim Bantah Ditangkap KPK Di Malang

Sekretaris PDI Perjuangan Jatim Bantah Ditangkap KPK Di Malang – KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) kembali mendatangi Kawa Timur Kantor Bupati Malang, Rendra Kresna. Beredar kabar bahwa KPK datang ke Kota Malang untuk melakukan penangkapan terhadap Sekretaris PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari Bisowarno. Padahal, perempuan yang juga merupakan anggota DPRD Jawa Timur tersebut tengah mengikuti rapat mingguan di kantor partainya tersebut, di Jalan Kendangsari Industri, Surabaya.

Dikonfirmasi terkait adanya isu tersebut Sri Untari menjawabnya sambil tertawa geli. “Lah ini saya di sini, berarti kan enggak ada apa-apa. Lumayan kampanye gratis hari ini, kampanye gratis,” canda Untari di kantor DPD PDI Perjuangan, Senin (8/10) malam.

Sekretaris PDI Perjuangan Jatim Bantah Ditangkap KPK Di Malang – Lebih jauh lagi, politikus yang juga menjabat sebagai sekretaris Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi – Ma’ruf Jawa Timur menjelaskan, sejak pukul 09.00 Wib, dirinya bersama dengan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi, serta seluruh pengurus partai menggelar rapat internal. Bahkan, menurut Untari ditengah rapat internal itu, dirinya sempat mendapatkan telepon dari petugas DPP PDI Perjuangan.

“Tadi teman-teman pada telepon, ya saya jawab di sini, ya di kursi ini, di meja ini (ruang rapat DPD PDIP Jatim), kemudian saya foto,” jelas Untari.

Sekretaris PDI Perjuangan Jatim Bantah Ditangkap KPK Di Malang – “Ibu di mana? Di kantor DPD. Ono opo seh (ada apa)? Ibu sehat? Dungaren nakoni (tanya) sehat biasane ngirim surat. Petugasnya DPP biasane surat kok telepon? Oh ya sudah bu, ibu foto ya, ibu selfie ya,” terang Untari mengulang percakapannya. Untari menduga, DPP PDI Perjuangan lebih dahulu mendengar adanya isu yang menyebutkan dirinya di OTT KPK di Malang, kemudian melakukan konfirmasi kabar tersebut kepada dirinya.

“Sehingga, saat mengkonfirmasi ke saya itu, saya, dan kami semua masih rapat, saya kirim fotonya, kami masih rapat, ya sudah selesai,” tandasnya. Sementara Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi juga mengaku bingung mendapatkan kabar hoaks soal OTT KPK terhadap sekretarisnya tersebut.

“Berhubung ini tahun politik, kami, PDI Perjuangan sepakat untuk ‘menebalkan daun telinga’. Ya daun telinga kita pertebal, jadi ya kalau kita kemudian menanggapi seluruh isu, seluruh berita, engko awak dewe (nanti kita semua) setres dewe,” kata Kusnadi.

“Ya selama kita tidak melakukan apa yang orang lain sampaikan, yo jarno ae (biarkan saja), lha opo (ngapain), engko lhak mandek-mandek dewe (nanti akan berhenti dengan sendirinya), lhaopo,” sambungnya. Menurut politikus PDI Perjuangan yang juga wakil ketua DPRD Jawa Timur ini, jika pihaknya ikut menanggapi berita-berita hoaks, justru akan membuat semua pekerjaan dan tanggung jawab yang diembang terbengkalai.

“Sudah diam saja, ya malah mungkin nanti pekerjaan kita, tanggung jawab kita tidak akan laksanakan dengan sebaik-baiknya, ya sudah, kita, ngunu ae (begitu saja,” tandasnya.

Baca juga ; Gerindra Laporkan Ratna Sarumpaet Karena Tidak Terima Dibohongi

Check Also

Ahmad Dhani Merasa Diperlakukan Bagai Teroris Atas Kasusnya

Ahmad Dhani Merasa Diperlakukan Bagai Teroris Atas Kasusnya

Ahmad Dhani Merasa Diperlakukan Bagai Teroris Atas Kasusnya – Politisi dari Partai Gerindra ADP atau …