NewsPolitik

Semangat Pemilih Mengarah Ke Cegukan Polling

Semangat Pemilih Mengarah Ke Cegukan PollingSemangat Pemilih Mengarah Ke Cegukan Polling

Semangat Pemilih Mengarah Ke Cegukan Polling – Jumlah pemilih yang lebih besar dari yang diperkirakan oleh pemilih yang tidak terdaftar menyebabkan antrean panjang di tempat pemungutan suara di berbagai kota di seluruh dunia selama akhir pekan.

Foto-foto garis ular di kota-kota seperti Amsterdam dan Tokyo membanjiri media sosial pada hari Sabtu dan Minggu ketika ratusan ribu pemilih Indonesia turun ke tempat pemungutan suara untuk memberikan suara mereka.

Lebih dari 2 juta pemilih di luar negeri terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang disusun oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pemilih yang terdaftar dapat memberikan suara ketika polling dibuka, umumnya dari jam 8 pagi sampai 6 malam. waktu setempat, tetapi para pemilih yang tidak terdaftar harus menunggu sampai satu jam sebelum pemilihan ditutup, mengarah ke antrean panjang.

Semangat Pemilih Mengarah Ke Cegukan Polling – KPU sedang mempertimbangkan untuk membuka kembali tempat pemungutan suara di Sydney, tempat ratusan pemilih gagal memberikan suara mereka karena keterbatasan waktu.

Donny Verdian, seorang konsultan desain dan blogger berusia 41 tahun yang tinggal di Sydney, mengatakan tempat pemungutan suara di Sydney Town Hall ditutup pada pukul 6 malam. waktu setempat pada hari Sabtu, 13 April 2019 meskipun sejumlah besar pemilih yang tidak terdaftar masih mengantri.

Garis membentang selama tiga blok, katanya kepada keterangan tertulis pada hari Minggu, 14 April 2019. Pintu-pintu ditutup tepat waktu dan dijaga oleh beberapa pejabat berbadan tegap.

Donny berhasil memilih, tetapi yang lain tidak seberuntung itu.

Ratusan orang Indonesia, yang berhak memilih, tidak diizinkan menggunakan hak mereka meskipun ada antrean panjang di depan tempat pemungutan suara balai kota sejak sore hari, petisi change.org, yang menuntut pemilihan ulang, dibaca. Hingga pada hari Minggu malam, petisi telah ditandatangani oleh lebih dari 8.800 orang.

Komisioner KPU Ilham Saputra mengaitkan situasi di Sydney dengan gelombang tak terduga dari pemilih yang tidak terdaftar.

Semangat Pemilih Mengarah Ke Cegukan Polling – Dia menambahkan bahwa tempat pemungutan suara di Sydney Town Hall, khususnya, tidak dapat tetap buka kemudian karena tempat itu telah disewa oleh Komite Pemilihan Luar Negeri (PPLN) untuk waktu yang terbatas saja.

Sewa gedung berakhir pada pukul 6 malam, jadi sekarang mereka yang belum memilih meminta kami untuk melakukan revote, tetapi PPLN di Sydney harus memiliki rekomendasi komite pengawasan terlebih dahulu, kata Ilham.

Koordinator PPLN KPU, Wajid Fauzi, mengatakan saat ini sedang bekerja dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), PPLN Sydney dan Komite Pengawas Pemilu (Panwaslu) untuk membuka kembali tempat pemungutan suara di Sydney, yang bukan satu-satunya kota di mana para pemilih dihadapkan pada pemilih.

Leave a Reply