Friday , May 25 2018
Home > News > SEORANG PELAKU KEKERASAN SEKSUAL DITANGKAP DI BEKASI NAMUN PELAKU LAIN DILEPASKAN KEMBALI DI DEPOK

SEORANG PELAKU KEKERASAN SEKSUAL DITANGKAP DI BEKASI NAMUN PELAKU LAIN DILEPASKAN KEMBALI DI DEPOK

Depok Police release sexual assault suspect from detention

Polisi Bekasi di Jawa Barat telah menangkap seorang tersangka pelaku kekerasan seksual setelah melakukan pengejaran selama tiga bulan. Tersangka, seorang guru studi agama di sebuah sekolah swasta, ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Pekayon, Bekasi, pada 12 Januari, saat mencoba melarikan diri ke Lampung. Dia ditangkap tanpa perlawanan, Kapolda Bekasi Sr. Comr. Indarto mengatakan.

Menurut sebuah laporan polisi, tersangka berusia 23 tahun itu secara seksual menyalahgunakan tiga siswa dalam tiga kesempatan terpisah saat mereka tidur. Dari tiga tersangka korban, semuanya adalah laki-laki, yang berusia 12 dan dua berusia 13 tahun. Siswa terakhir yang dilecehkan mengatakan bahwa dia terbangun oleh sentuhan tersangka namun pura-pura tidur karena dia takut. Dia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke guru lain keesokan harinya.

Guru tersebut diajukan dalam sebuah laporan pada bulan November, namun kami tidak dapat menemukan tersangka saat kami mencarinya di rumah kontrakannya, kata Indarto, menambahkan bahwa polisi mencari tersangka di rumah kerabatnya di Bogor, Jawa Barat, faedah. Tersangka akan dikenai sanksi hukum. No. 23/2012 tentang perlindungan anak, yang dikenai hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Beda cerita di Depok di Jawa Barat, seorang polisi telah membebaskan seorang tersangka berusia 29 tahun dalam kasus penyerangan seksual dari penahanan polisi. Kami hanya meminta dia melapor kepada kami setiap minggu, mengingat hukuman yang dia hadapi adalah di bawah lima tahun penjara, kata kepala unit investigasi kriminal polisi, Kombes Putu Kholis Aryana, pada hari Kamis seperti dikutip tempo.co, menambahkan bahwa Penahanan hanya diperlukan bagi mereka yang dituduh melakukan pelanggaran yang menjatuhkan hukuman lima tahun atau lebih di penjara, sesuai dengan KUHAP.

Polisi menangkap tersangka tersebut, yang dilaporkan mengaku melakukan kejahatan tersebut, di Mekarsari pada 15 Januari. Peristiwa yang dilaporkan terjadi di Jl. Kemiri Muka, saat tersangka korban dalam perjalanan ke stasiun kereta Pondok Cina pada 12 Januari. Kejahatan yang dituduhkan tersebut tertangkap di kamera CCTV terdekat.

Korban yang diduga sedang berjalan menyusuri jalan kecil saat tersangka, saat mengendarai sepeda motor, dilaporkan mendekati wanita tersebut dan meraba-raba dirinya. Pria itu kemudian segera melesat untuk melarikan diri dari tempat kejadian sementara wanita yang terkejut itu berteriak padanya.

Menurut Putu, pelaku didakwa berdasarkan Pasal 281 KUHP, yang mendapat hukuman maksimal dua tahun delapan bulan penjara. Dia diminta melapor ke polisi dua kali seminggu, setiap hari Senin dan Kamis,” kata Putu, menambahkan bahwa laporan mingguan tersebut untuk menjamin pelaku tidak meninggalkan daerah tersebut. Berkas kasus akan diserahkan ke pengadilan, kata Putu

Check Also

Komnas HAM Perpanjang Waktu untuk Menyelidiki Penyerangan Pada Novel Baswedan

Komnas HAM Perpanjang Waktu untuk Menyelidiki Penyerangan Pada Novel Baswedan

Komnas HAM Perpanjang Waktu untuk Menyelidiki Penyerangan Pada Novel Baswedan – Komisi Nasional Hak Asasi …