News

SEORANG PENCURI DI JAWA TIMUR MENGHABISKAN SEBAGIAN HIDUPNYA DI PENJARA

SEORANG PENCURI DI JAWA TIMUR MENGHABISKAN SEBAGIAN HIDUPNYA DI PENJARASEORANG PENCURI DI JAWA TIMUR MENGHABISKAN SEBAGIAN HIDUPNYA DI PENJARA

SEORANG PENCURI DI JAWA TIMUR MENGHABISKAN SEBAGIAN HIDUPNYA DI PENJARA – Andri Supriyatno, seorang pria berusia 32 tahun dari Blitar, Jawa Timur, baru-baru ini ditangkap karena diduga mencuri sepeda motor pada bulan April lalu di desa Tegalrejo.

Namun, penangkapan itu hanya sikat terakhir dengan hukum karena ia telah dijatuhi hukuman penjara dalam berbagai kasus pencurian sejak ia berusia 12 tahun.

Kepala divisi unit kejahatan Polisi Blitar, Ajun Kawan Sodik Efendi, mengatakan Andri adalah pelaku berulang yang telah dipenjara 12 kali karena pencurian sebelumnya.

Tersangka telah mengakui kepada polisi bahwa dia telah ditangkap dan dipenjara 12 kali. Dia ditangkap untuk pertama kalinya ketika dia berusia 12 tahun karena mencuri sepeda pada tahun 1999. Dia menjalani hukuman enam bulan di penjara remaja untuk kejahatan tersebut, katanya, pada hari Senin, 13 Mei 2019.

Sodik melanjutkan dengan mengatakan bahwa Andri ditangkap lagi segera setelah dia dibebaskan dari tahanan remaja karena mencuri sepeda lain. Andri Supriyatno kemudian menghabiskan enam bulan lagi di tahanan remaja untuk pencurian, katanya.

Para tersangka pencurian biasanya dijatuhi hukuman satu setengah tahun penjara, sementara pelaku di bawah umur hanya menjalani setengah dari hukuman. menurut Sodik.

Dia mengatakan Andri kemudian ditangkap lagi dan menjalani hukuman penjara, kali ini sebagai orang dewasa, karena mencuri kamera saku.

Baca Juga : GUBERNUR JAWA BARAT BERTUJUAN UNTUK BEBAS MALARIA PADA TAHUN 2022

SEORANG PENCURI DI JAWA TIMUR MENGHABISKAN SEBAGIAN HIDUPNYA DI PENJARA – Andri hanya bisa mengingat kejahatannya sampai kasus keempat, yang merupakan pencurian sepeda lainnya. Dia lupa tentang sisa catatan kriminalnya, kecuali yang mendahului penangkapan terbarunya di mana dia mencuri ponsel, kata Sodik, menambahkan bahwa Andri baru saja dibebaskan pada bulan Februari untuk kejahatan sebelumnya.

Dia mengatakan polisi telah berusaha untuk menyelesaikan catatan kriminal Andri, terutama kasus-kasus yang sebagian besar tersangka dilupakan oleh tersangka.

Dia menambahkan bahwa pengadilan kemungkinan akan menghukum Andri Supriyatno empat tahun penjara karena kejahatan terbarunya, serta pelanggaran masa lalu yang tidak diperhatikan oleh polisi.

Berdasarkan pelanggaran berulang tersangka sejak masa mudanya pada tahun 1999, termasuk penangkapan paling baru, ia akan menghabiskan total 19 tahun dan 7 bulan masa hidupnya di penjara, menurut Sodik.

Kepala desa Andri di Mronjo, Blitar, Ngalim Santoso, mengatakan residivis jarang berinteraksi dengan orang lain di desa. Andri menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di rumah kakeknya di distrik Garum setelah ibunya meninggalkannya, katanya.

Leave a Reply