Tuesday , October 16 2018
Home > Politik > SETYA NOVANTO JADI SAKSI DI PERSIDANGAN FREDRICH YUNADI
SETYA NOVANTO JADI SAKSI DI PERSIDANGAN FREDRICH YUNADI
SETYA NOVANTO JADI SAKSI DI PERSIDANGAN FREDRICH YUNADI

SETYA NOVANTO JADI SAKSI DI PERSIDANGAN FREDRICH YUNADI

SARANANKRI Narapidana korupsi KTP atau kasus proyek e-KTP Setya Novanto (SN) akan berdiri sebagai saksi dalam persidangan Fredrich Yunadi (FY) yang dituduh menghalangi penyelidikan atas kasus korupsi.

“SN akan menjadi saksi untuk TA,” kata jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Takdir Subhan ketika dihubungi hari ini.

BACA JUGA : AHY DAN SANDIAGA UNO BERTEMU, GERINDRA : KAMI MULAI MEMBUKA DIRI

Takdir menjelaskan bahwa Setya dijadwalkan untuk memberikan kesaksian bersama dengan saksi lain termasuk Direktur RS Medika Permata Hijau Hafil Budianto, mantan manajer tindakan perawatan Medis Alia Shahab, dan kepala unit darurat Michael Chia Cahaya.

Dalam persidangan sebelumnya, saksi ahli hukum hukum dari Universitas Indonesia Suparji Ahmad bersaksi bahwa Fredrich Yunadi tidak dapat dihukum karena pelanggaran yang dilakukan oleh Fredrich tidak diperiksa oleh profesi dewan dewan dalam pertemuan kode etik.

“Ada standar etika yang harus dilihat sebagai panduan. Posisi ini lebih tinggi dari hukum, ”kata Suparji di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 17 Mei 2018.

Lebih lanjut ia menjelaskan dewan dewan memiliki kewenangan untuk memutuskannya sebagai pelanggaran etika atau tidak dilakukan oleh Fredrich Yunadi dalam kasus korupsi proyek e-KTP yang kemudian menyarankan temuan itu kepada KPK atau lembaga hukum lainnya.

Selain itu Tersangka korupsi E-KTP Setya Novanto mengatakan dia menahan diri dari mengajukan permohonan banding dalam upaya untuk meredakan kegemparan bahwa kasus itu telah bergejolak sejak ia ditetapkan sebagai tersangka.

“Lebih baik bagi saya untuk mendinginkan dulu,” katanya di Pengadilan Anti-Korupsi pada hari Kamis, 3 Mei 2018. Setya hadir di persidangan sebagai saksi untuk terdakwa Fredrich Yunadi. Sebelumnya, majelis hakim menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp500 juta dengan anak perusahaan tiga bulan penjara. Para hakim juga mencabut hak politik Setya saat menjalani hukumannya.

Setya mengatakan dia telah berkonsultasi dengan keluarga dan pengacara mengenai masalah ini, dan bahwa dia memutuskan untuk tidak mengajukan banding pada tanggal 30 April 2018. “Meskipun saya memiliki hak untuk melakukannya,” katanya.

Pengacara Setya Firman Wijaya mengatakan kliennya mengirim surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 30 April 2018, tentang Setya menerima keputusan itu dan bahwa dia tidak mencari banding.

BACA JUGA : PANTAI TANJUNG PESONA DIPADATI WISATAWAN SELAMA BULAN RAMADHAN

KPK, sementara itu, juga mengatakan tidak akan mengajukan banding. “KPK menerima putusan dan tidak akan mengajukan banding,” kata wakil ketua KPK Laode M. Syarif di kantornya pada hari Senin, 30 April 2018.

Check Also

KPK : WALIKOTA BLITAR TERIMA DANA SUAP SEBESAR Rp 1,5 M

KPK : WALIKOTA BLITAR TERIMA DANA SUAP SEBESAR Rp 1,5 M

SARANANKRI Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencurigai Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar menerima Rp1,5 miliar …