Uncategorized

Sjamsul Nursalim Dan Istrinya Tersangka Dalam Kasus Korupsi BLBI

Sjamsul Nursalim Dan Istrinya Tersangka Dalam Kasus Korupsi BLBI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tersangka Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim dalam kasus korupsi terkait penyimpangan seputar pencairan Dukungan Likuiditas Bank Indonesia yang dikenal sebagai BLBI.

Sjamsul, pemilik Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI), dan istrinya Itjih, diduga terlibat dalam korupsi yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 4,58 triliun, kata wakil ketua KPK, Bapak Saut Situmorang.

Saut mengatakan penamaan tersangka baru adalah bagian dari penyelidikan baru terkait kasus korupsi terhadap Syafruddin Tumenggung, mantan ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Syafrudin dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 13 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta tahun lalu karena memanipulasi status kredit BDNI pada tahun 2004. Putusan tersebut juga ditegakkan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta, yang meningkatkan hukuman menjadi 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar awal tahun ini.

Sjamsul Nursalim Dan Istrinya Tersangka Dalam Kasus Korupsi BLBI – Penyelidikan baru berkisar pada peran Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim, yang merupakan pemangku kepentingan pemberi pinjaman, tambahnya.

Kasus ini berawal dari krisis keuangan Asia 1998, ketika BDNI menerima dana BLBI sebesar Rp 28 triliun, yang disalurkan melalui bank sentral untuk membantu mereka bertahan hidup selama krisis moneter.

Rp 4,8 triliun dari dana yang diterima oleh BDNI digunakan untuk pinjaman kepada petani dan petani ikan seperti yang diperintahkan oleh Sjamsul sebagai pemilik bank.

Dana sebesar Rp 4,8 triliun itu disajikan oleh Pak Sjamsul sebagai piutang, tetapi kemudian ditemukan setelah Financial Due Dilligence (FDD) dan Legal Due Dilligence (LDD) menyelidiki bahwa aset itu adalah pinjaman macet, wakil ketua KPK lainnya Laode M. Syarif mengatakan pada konferensi pers pada hari Selasa, 11 Juni 2019.

Pada tahun 2007, PT Perusahaan Pengelola Aset telah meminta Sjamsul tentang hak penagihan utang untuk petani plasma sekitar Rp220 miliar meskipun utangnya Rp 4,8 triliun berhutang kepada pemerintah.

Sjamsul Nursalim Dan Istrinya Tersangka Dalam Kasus Korupsi BLBI – Ketika Sjamsul dan istrinya tinggal di Singapura, KPK telah mengirimkan surat panggilan kepada kedua tersangka di tiga alamat berbeda mengenai dimulainya penyelidikan terhadap mereka.

Laode juga mengatakan agensi tersebut akan memaksimalkan kerja sama dengan otoritas Singapura untuk pemulihan aset.

Sehingga uang yang digelapkan dapat kembali ke publik melalui mekanisme keuangan negara, katanya menambahkan bahwa Sjamsul dan Itjuh juga harus memenuhi kewajiban mereka untuk diperiksa oleh penyidik ​​untuk kasus ini.

BLBI adalah dukungan likuiditas yang disediakan oleh pemerintah melalui bank sentral untuk 48 bank komersial dengan total Rp 144,5 triliun untuk mengatasi pergerakan besar-besaran selama krisis moneter tahun 1998. Belakangan diketahui bahwa 95 persen dana telah digelapkan.

Leave a Reply