Tuesday , December 12 2017
Home > News > SRI MULYANI DAN MANAJEMEN FISKAL YANG DIPERKUAT
SRI MULYANI DAN MANAJEMEN FISKAL YANG DIPERKUAT
SRI MULYANI DAN MANAJEMEN FISKAL YANG DIPERKUAT

SRI MULYANI DAN MANAJEMEN FISKAL YANG DIPERKUAT

Tidak ada keraguan lagi dalam manajemen makroekonomi pemerintah yang berhati-hati setelah minggu lalu Standard & Poor menaikkan peringkat kredit sovereign Indonesia menjadi investment grade (BBB-) dari status sampah sebelumnya, menyusul peningkatan serupa yang dilakukan oleh Fitch pada akhir 2011 dan Moody’s in Awal 2012

Upgrade yang telah lama ditunggu dari S & P, yang paling konservatif dari tiga lembaga pemeringkat utama, sepenuhnya memvalidasi manajemen fiskal Indonesia yang kuat yang didirikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati setelah dia bergabung dengan kabinet Joko Jokowi “Widodo pada bulan Juli tahun lalu.

Peningkatan ini akan membangun kepercayaan diri yang lebih kuat dari investor asing langsung dan investor portofolio di Indonesia mengenai peningkatan signifikan dalam disiplin anggaran, kemanjuran pembuatan kebijakan dan prediktabilitas dan keberhasilan amnesti pajak enam bulan, yang berakhir pada bulan Maret lalu. . Konsolidasi fiskal yang lebih kuat di bawah kepemimpinan Sri Mulyani, sebagaimana tercermin dalam anggaran negara yang lebih realistis tahun lalu, telah memberikan kontribusi yang besar untuk memperkuat fundamental pertumbuhan negara.

Sri Mulyani memang melakukan banyak inisiatif untuk memperkuat manajemen fiskal segera setelah dia mengambil alih Kementerian Keuangan, mengurangi perkiraan pendapatan dan pengeluaran dan dengan demikian memberikan kredibilitas yang kuat terhadap anggaran negara dan secara signifikan mengurangi risiko sovereign.

Dia bertemu dengan para eksekutif puncak dari tiga lembaga pemeringkat kredit utama di Washington Oktober lalu di sela-sela konferensi bersama Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional dan memberi tahu mereka mengenai reformasi terbaru yang telah diterapkan untuk memperbaiki pengelolaan ekonomi makro. Rating terakhir S & P ini memang merupakan peningkatan yang lumayan berkat berkat langkah-langkah Sri Mulyani yang berani namun menyakitkan untuk menjaga kesinambungan fiskal dengan mengorbankan pertumbuhan di tahun 2016.

Pemerintah sejak pertengahan tahun lalu mendorong peringkat yang lebih tinggi dari S & P karena nilai investasi akan memberi Indonesia akses yang lebih luas kepada investor langsung dan portofolio asing, terutama investor institusi dari Jepang, dan dana ekuitas swasta, yang menghindari negara-negara kelas noninvestasi. . Karena kenaikan tersebut juga mengurangi risiko sovereign Indonesia, peringkat yang lebih tinggi akan mengurangi biaya pinjaman pemerintah dari sektor keuangan internasional, terutama obligasi, pasar. Nilai investasi yang berdaulat memberi investor wawasan tentang tingkat risiko ekonomi dan politik yang terkait dengan investasi di Indonesia.

Upgrade tersebut harus berfungsi sebagai batu bata membangun kepercayaan untuk pengelolaan ekonomi keseluruhan negara tersebut karena ini adalah pertama kalinya sejak krisis keuangan 1997 bahwa obligasi Indonesia mendapat peringkat investasi oleh ketiga lembaga pemeringkat utama tersebut.

Namun, kita juga harus ingat bahwa rating BBB adalah nilai investasi terendah S & P. Ini bukan saatnya untuk berpuas diri. Pemerintah malah harus terus bergerak maju dengan percaya diri untuk menerapkan lebih banyak reformasi untuk lebih memperkuat fundamental ekonomi. Paket reformasi ke 15, yang akan fokus pada industri logistik, lebih dari empat bulan di belakang jadwal, sementara logistik yang tidak efisien merupakan penghalang utama untuk investasi langsung.

Check Also

TANGGAPAN GOLKAR AKAN DUA KUASA HUKUM NOVANTO YANG LARI

TANGGAPAN GOLKAR AKAN DUA KUASA HUKUM NOVANTO YANG LARI

Ketua Umum non aktif Partai Golkar  Setya Novanto ditinggalkan oleh kedua kuasa hukumnya yakni Otto …