Friday , June 22 2018
Home > Kesehatan > STUDI : TUMBUHNYA JERAWAT BERKAITAN DENGAN PENINGKATAN DEPRESI
STUDI : TUMBUHNYA JERAWAT BERKAITAN DENGAN PENINGKATAN DEPRESI
STUDI : TUMBUHNYA JERAWAT BERKAITAN DENGAN PENINGKATAN DEPRESI

STUDI : TUMBUHNYA JERAWAT BERKAITAN DENGAN PENINGKATAN DEPRESI

SARANANKRI Sebuah penelitian yang dilakukan di Kanada menyatakan jika seseorang yang memiliki masalah dengan jerawat memiliki resiko terkena serangan depresi berat. Studi : tumbuhnya jerawat berkaitan dengan peningkatan depresi sudah dilansirkan di halaman British Journal of Dermatology.

Sebuah studi baru, yang dipimpin oleh para periset di University of Calgary di Kanada, merekomendasikan untuk memantau gejala mood pada pasien jerawat, yang dapat berisiko mengalami depresi berat dalam lima tahun pertama setelah diagnosis.

BACA  JUGA : KEINDAHAN DUA SUNGAI YANG BERTEMU MENJADI SATU DI MANAUS, BRAZIL

Para peneliti menggunakan data dari database perawatan primer utama di Inggris, yang dikumpulkan antara tahun 1986 dan 2012 (Jaringan Perbaikan Kesehatan – THIN), untuk menyelidiki kaitan antara penyakit kulit dan kesehatan mental.

Di antara pasien yang diikuti selama 15 tahun, 134.427 memiliki jerawat dan 1.731.608 tidak. Mayoritas berusia di bawah 19 tahun pada awal masa studi. Kemungkinan terkena depresi berat adalah 18,5% untuk penderita jerawat dan 12% untuk mereka yang tidak menderita penyakit ini.

Para peneliti menemukan bahwa risiko depresi berat sangat tinggi di tahun ini setelah diagnosis jerawat, berkurang setelahnya. Risiko depresi berat dalam satu tahun diagnosis jerawat ditemukan 63% lebih tinggi dibandingkan individu tanpa jerawat, menurut penelitian tersebut.

“Studi ini menyoroti hubungan penting antara penyakit kulit dan penyakit jiwa,” kata penulis utama Dr Isabelle Vallerand dari University of Calgary di Kanada. “Mengingat risiko depresi tertinggi pada periode setelah pertama kalinya pasien mempresentasikan kepada dokter untuk masalah jerawat, ini menunjukkan seberapa besar dampak kulit kita terhadap keseluruhan kesehatan mental kita.”

BACA JUGA : ALASAN KENAPA KAMU SELALU MERASA LAPAR WALAU SUDAH BANYAK MAKAN

Dokter disarankan untuk memantau gejala mood pada pasien jerawat untuk memastikan perawatan segera atau merujuk pasien ke psikiater bila diperlukan, studi tersebut menyimpulkan.

Check Also

KPK : WALIKOTA BLITAR TERIMA DANA SUAP SEBESAR Rp 1,5 M

KPK : WALIKOTA BLITAR TERIMA DANA SUAP SEBESAR Rp 1,5 M

SARANANKRI Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencurigai Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar menerima Rp1,5 miliar …