Sunday , December 16 2018
Home > Inspirasi > SURAT UNTUK AYAH YANG SUDAH MEMBUAT IBU KU MENINGGAL

SURAT UNTUK AYAH YANG SUDAH MEMBUAT IBU KU MENINGGAL

“Ayah , jangan pukuli Ibu lagi… Bolehkah semua ini diakhiri dengan kepergianku?” Ini adalah pesan terakhir seorang gadis berusia 12 tahun untuk ayahnya. Keadaan ekonomi keluarga James ( Nama Sang Suami ) tergolong miskin.

Tanggal 30 Mei 2010 adalah hari yang disukai oleh anak anak , tawa bahagia anak anak memenuhi semua keluarga dan sekolahan , tapi berbeda dengan sebuah keluarga di Amsterdam. Seorang gadis berusia 12 tahun menanggis tersedu sedu disudut tembok , ia baru saja selesai mencuci pakaian seluruh anggota keluarganya di bawah paksaan ayahnya sendiri , bisa dilihat bahwa di tubuhnya terdapat banyak guratan merah darah , yang tak lain adalah bekas luka setelah dicambuki oleh ayahnya dengan sabuk.

Di saat bersamaan , terdengar suara seorang wanita yang sedang menanggis sedih di ruang keluarga , wanita ini tak lain adalah ibu gadis kecil tadi , Alen . Setiap kali setelah James menghajar anaknya , ia akan dengan sadisnya memukuli istrinya… Kehidupan ini telah dilaluinya selama 12 tahun. Bagaimana perasaan yang dirasakan mereka? Kehidupan yang mengenaskan begini selama 12 tahun… Sakit kah? Kejam kah? Hanya bisa diungkapkan begini saja?

Setelah James memukuli istrinya , ia menghampiri putrinya dan menamparnya keras keras beberapa kali , sambil berkata dengan ekspresi sadisnya : “Sebaiknya kamu nurut! Aku suruh kamu apa , ya lakukan! kalau sampai berani tidak nurut , aku akan menyiksamu lebih kejam lagi!” Setelah itu ia berbalik melihat istrinya yang kesakitan dan babak belur itu , kemudia tertawa sinis dan pergi keluar.

Alen berusaha merangkak keluar , tapi karena kesakitan yang luar biasa yang tengah ia rasakan , ia harus mencoba berdiri berkali kali , terjatuh lagi , demikian seterusnya hingga ia butuh sekitar belasan menit untuk bisa keluar. Hatinya penuh dengan kebencian , ia membenci dirinya sendiri , James , dan seluruh dunia! Sambil meratapi nasib malangnya , ia menghampiri putrinya , berusaha menahan sakit dan mengangkat tangannya , membelai kepala putrinya , sambil menanggis berkata : “Maafkan ibumu ini , Belinda , Ibu seharusnya mati saja… Harusnya langsung mati saja.”

Sambil berbicara dan terjatuh pingsan di tubuh Belinda. Belinda terkejut dan menanggis sambil menggoyang goyangkan tubuh ibunya , berusaha membangunkannya sambil berteriak : ” Ibu , Ibu , Belinda tidak pernah menyalahkanmu , sungguh…Ayo bangun , lekaslah bangun.” Suara tangisan pun memenuhi seluruh ruang keluarga , suaranya sangat keras hingga terdengan oleh tetangga atas mereka , Aaron. Aaron bersama dengan istri dan anak anaknya turun menghampiri mereka mengetuk pintu tapi tak ada yang menjawab. Namun dari dalam rumah terdengar suara anak yang sedang menangis tersedu sedu , terdengar sedih sekali , entah kenapa? Jangan jangan James lagi lagi memukuli istrinya dan anaknya? Ia menyuruh putranya untuk mendobrak pintu , hanya dalam 2 kali tendangan , pintu pun berhasil didobraknya , kemudian istri Aaron ( Panggil saja bibi Loo ) langsung menangis melihat keadaan di depan matanya ini…

Bibi Loo sangat menyukai Alen dan Belinda , ia langsung menghampiri mereka : “Alen…Alen…Kamu kenapa? Ayo bangun.” melihat tidak ada reaksi apa pun , ia langsung bertanya pada Belinda :”Belinda ada apa dengan ibumu? Kenapa dia seperti ini?” melihat wajah sedih Belinda yang terus menangis itu , tambah sedih lagi hati bibi Loo , sambil menangis berkata :”Jangan takut nak , ada kakek dan nenek disini , jangan takut ya..” Dan mereka memanggilkan ambilans untuk pengobatan darurat…

Aaron memarahi James melalui telepon saat ia sedang berada di RS , James memang lebih segan terhadapnya. Setelah Aaron menyelesaikan urusan Administrasi RS , James masuk ke kamar pasien , menatap istrinya dengan pandangan dingin dan terkadang dengan tersenyum sinis melihat Belinda terlihat ketakutan. Perasaan Belinda sudah lebih baik dari sebelumnya , karena melihat ibunya telah siuman.

Selama Alen rawat inap selama beberapa bulan ini , Aaron sering datang menjenguk , sekitar 3x seminggu , dan setiap kali pasti membawa buah buahan dan vitamin , hal ini membuat Alen sangat tersentuh. Ia berjanji dalam hati akan berbakti pada Aaron dan bibi Loo seperti terhadap orang tua kandung nya sendiri. Pada bulan Agustus setelah Alen keluar dari RS , hal pertama yang dilakukannya adalah membawa Belinda bertamu ke rumah Aaron dengan membawa beberapa hadiah sebagai tanda terima kasih , kemudia pulang kerumah. Pada hari Natal , Alen juga bersama Belinda membawa kado natal dan bertamu kerumah Aaron dan kembali kerumah setelah mengobrol beberapa saat dengan Bibi Loo.

Pada malam ini terjadilah hal yang paling di takuti… James pulang dalam keadaan mabuk dan melihat Alen memeluk Belinda , selama ini diotaknya tertanam pemikiran bahwa ” Pria lebih penting dari wanita,” dan saat ia melihat istrinya memeluk putrinya , keganasannya langsung keluar , ia melempar istrinya dengan kursi. Alen yang tidak tahu bahwa James telah pulang itu pun langsung pingsan tergeletak di lantai. James melanjutkan dengan mencambuki istrinya Alen dengan sabuk , terus menerus hingga terlihat banyak sekali goresan dan darah….Belinda ketakutan dan berlutut memeluk kaki ayahnya , memohon supaya berhenti memukuli ibunya…Tapi James tidak menggubris dan langsung menendang keras Belinda hingga ia terpental dan bibirnya terluka , berdarah…berdarah!! Belinda melihat ayahnya mencambuki ibunya hingga wajahnya tak berbentuk…

“Ayah…kumohon jangan pukuli ibu , kumohon hentikan… aku saja yang pergi… bolehkan semua ini disudahi kalau aku saja yang pergi?” kemudian ia berlutu dihadapan James , tapi ia sama sekali tidak mengubris , keganasan telah menutupi mata hati nuraninya… Entah telah berselang berapa lama , James kelelahan sendiri dan berbaring istirahat di sofa…

Keesokan harinya , terlihat bahwa istrinya sama sekali tidak bergerak , bahkan posisi dan pose tergeletak pun sama sekali tidak berubah. Ia mulai ketakutan , ia menendang nendang bermaksud membangunkan Alen , tapi sama sekali tidak ada respon…kemudian ia meletakan jarinya didepan hidung Alen dan..!!Alen sudah tridak bernafas lagi , ia telah meninggal di hajar hingga kehilangan nyawa. Ia sangat menyesal dan ingin bersiap siap kabur, ia melihat secarik kertas dimeja , isinya : “Ayah , kumohon jangan pukuli ibu lagi , aku tahu kau tidak pernah menyukaiku , kau membenciku , bolehkah semua ini disudahi asalkan aku pergi saja?Bolehkah?? Cukup dengan aku pergi saja…” Dari Putri yang kau benci Belinda.

James terkejut dan terdiam seribu bahasa , ia sungguh menyesal , apa yang telah dilakukannya… tiba tiba hatinya melunak , hati nuraninya mulai terbuka lagi…Ia sungguh menyesal…

 

Check Also

INI PERMINTAAN PEMPROV DKI TERKAIT ANGGARAN DANA APBD TAHUN 2019

INI PERMINTAAN PEMPROV DKI TERKAIT ANGGARAN DANA APBD TAHUN 2019

SARANANKRI – INI PERMINTAAN PEMPROV DKI TERKAIT ANGGARAN DANA APBD TAHUN 2019. Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta …