Gaya hidup

Surat Untuk Pelakor Dari Sang Istri Yang Tersakiti

Surat Untuk Pelakor Dari Sang Istri Yang TersakitiSurat Untuk Pelakor Dari Sang Istri Yang Tersakiti

SARANANKRI – Surat Untuk Pelakor Dari Sang Istri Yang Tersakiti – Dear pelakor penggoda. Bagaimana harimu? Pasti menyenangkan tidur di dalam pelukan lelaki yang tersayang dari lelaki yang sudah mempunyai istri. Yah, meskipun lelaki itu sebetulnya adalah milik seseorang. Dear pelakor penggoda. Bagaimana detik demi detik yang kau lalui bersamanya? Pasti bagai di taman syurga, ya. Bercumbu mesra tanpa ingat dosa yang akan dia dapat, tanpa ingat airmata seorang wanita dan juga anak anaknya yang kebahagiaannya telah kau hancurkan dengan begitu tega.

Tapi dear pelakor penggoda. Tidakkah kau pernah memikirkannya? Lelaki yang tengah bersamamu ini, dengan begitu tega ia meninggalkan wanita yang sedari jaman susah menemaninya, hanya demi dirimu, wanita murahan nan haus belaian. Tidakkah kau berpikir kelak dia juga akan meninggalkanmu?

Baca Juga : Anak Bunuh Ibu kandungnya Sendiri

Surat Untuk Pelakor Dari Sang Istri Yang Tersakiti – Pikirkanlah, sayang. Jika wanita yang telah lama membersamainya saja bisa ia campakkan, bagaimana denganmu yang hanya wanita murahan? Jika janji suci yang setara perjanjian Rabb dengan Rasulnya (miitsaqan ghaliidza) saja bisa ia dustai, bagaimana dengan dirimu yang hubungannya denganmu terjalin atas nama birahi?

Hahahaha, tidak! Dia tidak akan mungkin meninggalkanku! Mungkin kau akan berkilah begitu. Tapi, sayang. Apa yang membuatmu berpikir begitu? Apa karena kau lebih baik? Oh, tentu tidak. Sebab orang baik tak akan merebut milik orang lain. Apa karena kau cantik? Ah, tidak juga. Mungkin kau cantik secara rupa. Tapi orang orang melihatnya bagai ratu iblis durjana. Hanya si dia saja yang melihatmu rupawan. Bukan karena kau cantik betulan. Tapi hanya karena jaran goyang yang kau tawarkan.
Gratisan.

Surat Untuk Pelakor Dari Sang Istri Yang Tersakiti – Jadi kenapa kau bisa berpikir dia tak akan meninggalkanmu? Sadarlah bahwa kau sama sekali tak seistimewa itu. Dear kau yang lebih memilih bersama pelakor penggoda. Bagaimana hari harimu bersamanya?
Pasti bahagia laksana dunia milik berdua. Tanpa perlu memikirkan istri dan anak anak yang tersakiti di rumahmu sana.

Dear kau yang lebih memilih bersama si wanita penggoda. Bagaimana detik demi detik yang kau lalui dengan pesona selangkangan dan pelukannya? Indah bagai syurga? Ah tentu saja. Kau tengah dimabuk asmara lantaran panah goyangannya. Sehingga kau lupa indahnya istana yang sudah susah payah kau bangun bersama wanita terhormat yang mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan anak anakmu ke dunia.

Surat Untuk Pelakor Dari Sang Istri Yang Tersakiti – Pasti membahagiakan ya. Saban hari ditemani wajah manja penuh keseksian paripurna si wanita penggoda. Ah, pasti kau lupa. Dia kan tidak pernah kau ajak bicara hal hal berat tentang apa yang kau rasa. Pantas saja ia tetap bisa berdandan ala Cinderella. Tak seperti istri syahmu yang seringkali harus mengabaikan perasaan dan permasalahannya demi mendengarkan keluh kesahmu padanya. Bahkan sering tak punya waktu akan penampilan dirinya, Lantaran kesibukannya mengurus buah hatimu dan tentu saja dirimu.

Tapi dear kau yang memilih bersama pelakor penggoda. Tidakkah kau memikirkannya? Wanita yang tengah bersamamu ini, dengan begitu mudahnya ia menjalin hubungan denganmu. Bercumbu, tidur di pelukanmu, tanpa memerdulikan sakitnya hati istri syahmu. Bukankah itu juga pertanda bahwa ia akan bisa begitu mudah menerima ajakan hubungan dari lelaki bejat lainnya? Yakinkah kau bahwa kaulah satu-satunya lelakinya? Atau barangkali kau hanyalah salah satu dari lelaki koleksinya? Lelaki pemuas birahinya? Mengingat ia dengan begitu murahannya menjajakan dirinya pada lelaki yang sudah berkeluarga.

Surat Untuk Pelakor Dari Sang Istri Yang Tersakiti – Hahahaha kau tak tahu betapa besarnya cintanya untukku. Dia tak akan mungkin menghianatiku! Mungkin begitu nanti pembelaanmu. Tapi, sayang. Coba renungkan. Jika ia saja bisa begitu mudahnya kau ajak untuk menjalin hubungan atas nama penghianatan, bagaimana bisa kau berpikir bahwa ia tak akan menghianatimu demi lelaki bejat lainnya yang mungkin bisa lebih memberikan kenikmatan?

Renungkan, Sayang. Ingat bahwa kau tak seistimewa yang kau bayangkan. Untukmu yang lelakimu lebih memilih bersama wanita penggoda. Aku tahu kau terluka. Aku tahu kau berduka dan meradang tak terkira. Rasanya seperti ingin menaburkan bubuk cabe pada kemaluan si penggoda. Atau menendang kuat kuat selangkangan si lelaki yang memilih bersamanya. Tapi, ada saatnya kau harus merelakannya. Jika memang ia lebih memilih bersama si penggoda. Lepaskan saja. Hempaskan saja. Biarkan lelaki bejat dan wanita gatal ini saling menggaruk sesuka mereka.

Surat Untuk Pelakor Dari Sang Istri Yang Tersakiti – Hingga pada saatnya tiba, Dengan doamu, doa anak anakmu, dan doa jutaan wanita lain yang mendukungmu, Kelak mereka berdua akan merasakan karma itu. Kau percaya kan, bahwa karma di bayar kontan? Hingga saat itu tiba, kau akan tersenyum bahagia, Penuh rasa syukur bahwa kau pernah mengambil keputusan besar untuk melepasnya. Lanjutkan hidupmu. Akan ada bahagia menunggu, Atas kesabaranmu menghadapi badai yang menghantammu.

Kau menang. Kau menang. Akan ada perhitungan atas segala airmata kepedihan yang kau kucurkan. Akan ada balasan untuk segala sesaknya dadamu atas rasa sakit yang mereka berdua ciptakan. Salam dariku. Seorang istri dan seorang ibu muda yg tersakiti.

Leave a Reply