NewsPolitik

TEGUH JUWARNO MEMBANTAH TERIMA DANA SUAP E-KTP

Kasus suap atas E-KTP kini sedang memasuki masa persidangan yang di adakan di Gedung Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya Kemayoran, pada sidang kali ini di hadirkan tiga orang terdakwa diantara nya adalah Teguh Juwarno salah satu politisi dari partai Amanat Nasional ( PAN ), dan terdakwa lain nya yaitu Irman dan Sugiharto.

Ketika Hakim mempertanyakan tentang dana yang di terima oleh Teguh, dengan tegas Teguh Juwarno membantah terima dana suap E-KTP. Hakim pun kembali memberikan pertanyaan kepada Teguh, kali ini hakim mempertanyakan tentang hubungan antara Teguh dengan Miryam S Haryani.

Miryam sendiri adalah seseorang yang telah memberikan dana sebesar 100 ribu Dollar AS , kepada Teguh. Miryam juga merupakan salah satu anggota Komisi II DPR, Teguh pun mengakui bahwa diri nya mengenal Miryam hanya saja diri nya tidak pernah menerima apa pun dari Miryam.

Hakim pun menjelaskan bahwa dari hasil BAP yang di lakukan terhadap Miryam, Teguh dan Ibu Mustopo Weni telah menerima dana sebesar 100 ribu Dollar AS. Teguh yang mendengar penjelasan dari hakim langsung menjelas kan kembali, bahwa Ibu Mustopo sendiri sudah meninggal dunia sejak 18 Juni 2010 yang lalu.

Bagaimana bisa seseorang yang sudah meninggal dunia bisa menerima dana seperti yang di sebutkan oleh Miryam. Keterangan yang di berikan Teguh pun di pertegas oleh Politisi dari partai Demokrat Taufiq Efendi. Taufiq sendiri di duga telah menerima dana sebesar Rp 5,9 triliun atas mega proyek E-KTP. Irman dan Sugiharto telah menyebutkan sebanyak 37 bana anggota DPR yang telah menerima dana suap tersebut.

Dan ke 37 anggota DPR menerima dana suap dengan nominal yang berbeda-beda, satu dengan lain nya tidak sama. Dan untuk dana yang di terima oleh para anggota DPR di dapat dari saudara Andi Agustinus atau dengan nama lain Andi Narogong.

Sidang yang sudah berjalan untuk ke tiga kali nya ini jaksa penuntut umum menghadirkan tujuh orang saksi. Namun sayang nya dari ketujuh saksi tersebut hanya lima orang yang dapat hadir, Teguh Juwarno, Taufiq Efendi, Rasyid Saleh, Suparmanto, dan Wisnu. Untuk dua saksi lain nya Miryam dan Dian Hasanah tidak dapat hadir, Miryam tidak dapat hadir di karena kan sakit.

Leave a Reply