Thursday , March 21 2019
Home > Gaya hidup > TERNYATA ORANG YANG KURANG TIDUR CENDERUNG LEBIH PEMARAH
TERNYATA ORANG YANG KURANG TIDUR CENDERUNG LEBIH PEMARAH
TERNYATA ORANG YANG KURANG TIDUR CENDERUNG LEBIH PEMARAH

TERNYATA ORANG YANG KURANG TIDUR CENDERUNG LEBIH PEMARAH

TERNYATA ORANG YANG KURANG TIDUR CENDERUNG LEBIH PEMARAH – Emosi tidak bisa setabil dan perilaku yang meledak-ledak pada seseorang seringkali disebut banyak orang berhubungan dengan kurang piknik, kurang makan, serta kurang tidur. Banyak hal menghubungkan nya dengan menyebutnya sambil lalu pada kehidupan sehari-hari.

Pendapat tersebut terutama mengenai kurangnya tidur dapat menyebabkan orang marah-marah ternyata dapat di buktikan secara ilmiah. Hasil penelitian ini mengungkap hubungan langsung antara berkurangnya jam tidur dengan meningkatnya kemarahan pada seseorang.

TERNYATA ORANG YANG KURANG TIDUR CENDERUNG LEBIH PEMARAH

Sebelumnya, peneliti pernah mengungkap kurangnya tidur dapat meningkatkan emosi negative seperti kecemasan dan kesedihan serta menurunkan emosi positif seperti antusiasme dan kebahagiaan. Namun pada penelitian terbaru yang di lakukan oleh Iowa State Universiti mengungkapkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan kemarahan secara langsung dan juga bukan bagian dari perasaan negative tadi.

Partisipan pada penelitian ini di bagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama memiliki rutinitas yang normal sedangkan pada kelompok lain waktu tidurnya di potong mulai dua hingga empat jam setiap malam selama dua malam.

TERNYATA ORANG YANG KURANG TIDUR CENDERUNG LEBIH PEMARAH

Kelompok pertama mendapat waktu tidur hampir sepanjang tujuh jam semalam. Pada grup lain, jam tidur mereka di batasi hingga empat setengah jam semalam perbedaan ini didesain untuk melihat pengalaman yang umum dialami oleh orang sehari-hari.

Kedua grup kemudian di mintai untuk memberikan nilai bagi sejumlah produk sambil di perdengarkan bunyi kebisingan. Peneliti menyebut bahwa hal ini di buat untuk membuat kondisi tak nyaman dan menimbulkan rasa kemarahan.

BACA JUGA : PEMBANGUNAN POLRES KUDUS DIGUGAT OLEH WARGA KARENA MELANGGAR ATURAN

Kepala dari penelitian tersebut, Professor Zalatan mengungkap temuan dari peneliti tersebut tak berbeda dari penelitian sebelumnya. “Secara umum, kemarahan cenderung lebih tinggi pada mereka dengan batasan jam tidur,”jelas Krizan.

“Kami memanipulasi agar timbul suara berisik selama penelitian yang di lakukan tersebut, dan seperti yang telah di duga, orang-orang cenderung lebih marah ketika bunyi semakin tak enak untuk di dengar. Ketika jam tidur di batasi, orang-orang juga di laporkan semakin marah terlepas dari kebisingan yang di alami,”tandasnya.

Check Also

SOPIR ANGKOT YANG BURON KARENA MENUSUK TEMAN NYA AKHIRNYA TERTANGKAP

SOPIR ANGKOT YANG BURON KARENA MENUSUK TEMAN NYA AKHIRNYA TERTANGKAP

SOPIR ANGKOT YANG BURON KARENA MENUSUK TEMAN NYA AKHIRNYA TERTANGKAP – Berakhir sudah pelarian Rifky …