Kesehatan

Terobosan Baru, Cek Gejala penyakit Dengan Bantuan Teknologi

industri 4.0 menuntut digitalisasi disemua lini kehidupan manusia, termasuk kesehatan. pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau Al pun sudah merubah sektor pelayanan kesehatan.

Terobosan baru pun dibuat, di mana teknologi Al bisa membantu dokter dan masyarakat mengenali gejala yang dirasukan. harapanya, teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi dokter dalam mengalami pasien.

Dr Kafi Khaibar lubis dari Prixa menyembut saat ini, rasio dokter dan pasien yang timpang masih jadi masalah dalam sistem pelayanan kesehatan bisa memeriksa gejalan terlebih dahulu, sebelum memutuskan pergi ke dokter.

karena ada beberapa penyakit yang dengan perawatan home cara saja sudah sembuh, gak perlu ke dokter. atau dengan ke klinik dan puskesmas saja sembuh, tanpa perlu ke IGD,” ujar Kafi, dalam temu media di jakarta selatan.

” Dengan begitu besar fokus menangani pasien yang memang benar-benar membutuhkan pelayanan. kami hadir tidak untuk mengakibatkan dokter, tapi membuat dokter menjadi lebih efisien,” ujarnya.

lalu bagaimana teknologi Al di Prixa bekerja? dijelaskan Kafi, masyarakat hanya perlu mengakses Prixa. ia ia untuk kemudian mendapatkan bantuan.

masyarakat akan diminta mengisi riwayat kesehatan, tinggi badan, dan gejala masalah kesehatan yang dialami. setelah itu, teknologi Al akan mengerucutkan gejala anda menjadi 4 kemungkinan penyakit lewat sistem tanya jawab otomatis.

masyarakat hanya diminta memilih ya. tidak, atau tidak tahu dari pertanyaan gejala penyakit yang ditampilkan. setelah itu, akan keluar kemungkinan masalah kesehatan yang dialami dengan probalitas tinggi hingga sedang.

“misal kita imput gejala awal batuk, nanti akan ditanya apakah anda pusing, demam, hidung tersumbat, dan lain-lain setelah itu algoritma Al akan menampilkan gejala masalah kesehatan yang dialami,” tuturnya lagi.

Dikatakan Kafi, algoritma prixa sendiri mampu menyebutkan lebih dari 600 penyakit dan gejalanya, berdasarkan literatur kesehatan. Database gejala penyakit Prixa pun sudah diverivikasi oleh dokter-dokter profesional.

CEO Prixa, james Roring, MD mengatakan visi Prixa adalah memberikan jaminan ketenangan masa depan bagi generasi penerus, dengan menjadi perusahaan teknologi pertama yang menyediakan platform manajemen kesehatan terpadu.

“Sebagai perusahaan indonesia, kami melihat bagaimana Prixa dapat memberikan dampak secara positif dalam memperbaiki keseluruhan menajemen kesehatan di indonesia dengan memanfaatkan teknologi kami,” ujarnya.

Ke depanya, James mengatakan prixa akan bekerja sama dengan sektor asuransi, penyedia layanan kesehatan, hingga perusahaan yang bergerak di bidang konsumen untuk memaksimalkan layananya.

Char les
the authorChar les

Leave a Reply