Friday , February 22 2019
Home > Ekonomi > THAILAND MEMBEBASKAN PEMAIN SEPAK BOLA

THAILAND MEMBEBASKAN PEMAIN SEPAK BOLA

THAILAND MEMBEBASKAN PEMAIN SEPAK BOLA – Seorang pemain sepak bola dan pengungsi yang penahanannya di Thailand memicu protes telah dibebaskan dari penjara setelah Bahrain menarik permintaan ekstradisi. Hakeem al-Araibi, yang merupakan warga negara Bahrain, melarikan diri ke Australia pada 2014 dan diberikan suaka politik.

Dia ditahan di Bangkok pada November karena pemberitahuan Interpol yang diminta oleh Bahrain. Dia telah melakukan perjalanan ke ibukota Thailand pada bulan madu. Dia dihukum in absentia 10 tahun karena merusak kantor polisi. Al-Araibi, 25, membantah tuduhan itu. Aktivis hak asasi manusia mengatakan dia bisa menghadapi penyiksaan jika dikirim kembali ke Bahrain, di mana dia adalah seorang kritikus vokal dari pihak berwenang.

THAILAND MEMBEBASKAN PEMAIN SEPAK BOLA

Kasusnya telah diambil oleh pemain sepak bola terkenal, dengan bintang termasuk Didier Drogba dan Jamie Vardy menyerukan pembebasannya. Pemerintah Australia, badan pengatur sepak bola internasional FIFA dan Komite Olimpiade Internasional semuanya melobi Thailand.

Kantor Kejaksaan Agung Thailand (OAG) meminta pengadilan untuk mengakhiri proses terhadap al-Araibi karena Bahrain mengatakan tidak lagi menginginkannya, kata para pejabat Thailand, Senin.

“Pagi ini Kementerian Luar Negeri memberi tahu kami bahwa Bahrain tidak lagi tertarik dengan permintaan ini,” kata kepala kantor luar negeri OAG Chatchom Akapin. Al-Araibi diperkirakan akan meninggalkan Thailand pada Senin malam ke Australia.

THAILAND MEMBEBASKAN PEMAIN SEPAK BOLA

Kementerian luar negeri Bahrain mengatakan bahwa terlepas dari akhir proses ekstradisi, keyakinan pesepakbola itu tetap berlaku. “Kerajaan Bahrain menegaskan kembali haknya untuk mengejar semua tindakan hukum yang diperlukan terhadap al-Araibi,” tambahnya.

Menteri luar negeri Thailand berada di Bahrain selama akhir pekan untuk kunjungan resmi dan bertemu dengan para pemimpin senior.

Kementerian luar negeri Bahrain pada hari Senin mengatakan bahwa meskipun akhir dari proses ekstradisi, keyakinan pemain sepak bola itu tetap berlaku. “Kerajaan Bahrain menegaskan kembali haknya untuk mengejar semua tindakan hukum yang diperlukan terhadap al-Araibi,” tambahnya.

GARETH BALE MENCETAK GOL KE 100 REAL MADRID NAMUN KARIR DIA DI BAWAH AWAN

Craig Foster, mantan kapten sepakbola nasional Australia dan pembawa acara TV yang mempelopori kampanye untuk membebaskan al-Araibi, mengatakan ada “air mata” di rumah tangganya “sekarang”. Dia mengatakan bahwa itu “hari yang luar biasa”. “Sanity telah menang, hukum internasional telah ditegakkan,” katanya, seraya menambahkan dia senang bahwa sepakbola telah “melangkah maju”.

Ada kritik bahwa badan sepak bola, termasuk FIFA, pada awalnya tidak melakukan lobi yang cukup kuat atas nama al-Araibi. Foster dan persatuan pemain dunia FIFPro mendesak FIFA untuk mengancam sanksi olahraga terhadap Bahrain dan Thailand.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan kepada wartawan di Canberra bahwa ia berterima kasih kepada Bangkok karena “mendengarkan masalah” yang telah diangkat Australia.

THAILAND MEMBEBASKAN PEMAIN SEPAK BOLA

“Sekarang langkah selanjutnya adalah dia kembali ke rumah. Tapi seperti yang selalu terjadi dalam kasus ini, orang tidak pulang sampai mereka pulang,” katanya. Al-Araibi bermain untuk Pascoe Vale FC di Melbourne.Bulan lalu, istrinya mengatakan bahwa ekstradisi akan menempatkan dia dalam bahaya. “Saya meminta setiap negara untuk membantu Hakeem karena saya tahu jika dia diambil kembali, dia akan disiksa, dan dia akan dibunuh,” katanya.

Namun Bahrain mengatakan al-Araibi telah dijatuhi hukuman oleh pengadilan independen “dengan tuduhan melibatkan kekerasan serius dan kriminalitas, tidak terkait dengan kemungkinan kebebasan berpendapat / berekspresi”. Dikatakan keselamatannya akan “dijamin” jika ia kembali ke Bahrain untuk mengajukan banding terhadap hukuman tersebut. Aktivis HAM memuji berita Senin.

THAILAND MEMBEBASKAN PEMAIN SEPAK BOLA

“Ini adalah kemenangan besar bagi gerakan hak asasi manusia di Bahrain, Thailand dan Australia, dan bahkan seluruh dunia,” kata Sayed Ahmed Alwadaei dari Institut Hak dan Demokrasi Bahrain, kelompok kampanye yang berbasis di London.

“Cobaan Hakeem berakhir setelah 70 hari ketika ada sikap publik yang jelas dan gerakan solidaritas. Komunitas sepakbola, gerakan hak asasi manusia dan semua orang yang mendedikasikan waktu dan upaya mereka untuk mengakhiri ketidakadilan ini dihargai.”

Check Also

DIDUGA TERLIBAT DALAM PEMBUNUHAN POLISI ACEH ANGGOTA SETAN BOTAK TEWAS DIDOR

DIDUGA TERLIBAT DALAM PEMBUNUHAN POLISI ACEH ANGGOTA SETAN BOTAK TEWAS DIDOR

DIDUGA TERLIBAT DALAM PEMBUNUHAN POLISI ACEH ANGGOTA SETAN BOTAK TEWAS DIDOR – Pihak kepolisian telah menembak …