Tuesday , December 12 2017
Home > Mancanegara > Tiga tewas dalam ledakan di pusat perbelanjaan Kolombia
Tiga tewas dalam ledakan di pusat perbelanjaan Kolombia
Tiga tewas dalam ledakan di pusat perbelanjaan Kolombia

Tiga tewas dalam ledakan di pusat perbelanjaan Kolombia

Sebuah ledakan terjadi di sebuah pusat perbelanjaan di daerah Zona Rosa yang sibuk. Sebelas orang lainnya terluka dalam serangan tersebut. Walikota Bogota Enrique Penalosa mengatakan bahwa salah satu dari mereka yang meninggal berasal dari Prancis. Pihak berwenang mengatakan mereka percaya ledakan itu disebabkan oleh sebuah bom kecil di toilet wanita.

Serangan tersebut terjadi pada hari Sabtu sore yang sibuk, ketika pusat perbelanjaan Andino penuh dengan orang-orang yang membeli hadiah untuk Hari Ayah, yang dirayakan pada hari Minggu. Seorang wanita Prancis berusia 23 tahun, Julie Huynh, yang telah bekerja sebagai sukarelawan di sebuah sekolah di selatan kota adalah korban pertama yang diidentifikasi.

Ana María Gutiérrez, 27, dan Lady Paola Jaimes Ovalle, 31, dibawa ke rumah sakit, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia. Warga Prancis lainnya, Nathalie Levrand, 48, dirawat karena trauma jaringan lunak, kata staf medis di Bogotá Country Clinic.

Polisi yang menjaga bagian luar mal belum diketahui siapa yang berada di balik serangan tersebut. Kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Nasional (ELN), negara terbesar kedua di negara tersebut setelah Farc, telah menggunakan salah satu akun Twitter-nya untuk mengutuk serangan tersebut dan mengatakan bahwa korban tersebut berbagi rasa sakit korban.

Mereka mengatakan bahwa mereka yang menuduh mereka berada di balik serangan tersebut berusaha untuk membahayakan perundingan perdamaian, yang berlanjut dengan pemerintah. Presiden Juan Manuel Santos mengunjungi mal tersebut pada Sabtu malam dan membuat sebuah pernyataan kepada pers.

“Saya tidak ingin berspekulasi mengenai siapa yang bisa berada di balik serangan ini,” katanya, menambahkan bahwa penyelidikan sedang dilakukan.

Dia menyebut serangan tersebut “tindakan kejam, kejam, pengecut”, bersumpah untuk menangkap mereka yang bertanggung jawab, dan mengatakan bahwa negara tersebut seharusnya tidak panik karena itulah yang diinginkan teroris. Richard Emblin, dari Kanada, mengatakan kepada BBC Mundo bahwa dia adalah bioskop pusat ketika Dia mendengar suara itu

“Ketika filmnya sekitar setengah jalan, ada ledakan yang sangat keras, saya merasa lantai bergerak di bawah tempat duduk saya,” katanya.

Dia dievakuasi melalui tangga belakang beberapa menit kemudian, tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Check Also

TANGGAPAN GOLKAR AKAN DUA KUASA HUKUM NOVANTO YANG LARI

TANGGAPAN GOLKAR AKAN DUA KUASA HUKUM NOVANTO YANG LARI

Ketua Umum non aktif Partai Golkar  Setya Novanto ditinggalkan oleh kedua kuasa hukumnya yakni Otto …