Friday , December 14 2018
Home > News > Tim Prabowo Akan Siapkan 300 Pengacara Untuk Amien Rais
Tim Prabowo Akan Siapkan 300 Pengacara Untuk Amien Rais

Tim Prabowo Akan Siapkan 300 Pengacara Untuk Amien Rais

Tim Kampanye Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno berpasangan telah menyiapkan lebih dari 300 pengacara untuk membantu Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Dia dijadwalkan akan diperiksa terkait kasus tipuan aktivis Ratna Sarumpaet pada Rabu (10/10).

Anggota Badan Advokasi dan Hukum BPN Habiburokhman memastikan bahwa jumlah pengacara yang akan menemani Amien akan meningkat. Menurut dia, pihaknya juga sudah menyiapkan advokat untuk membantu tokoh lain yang dipanggil oleh Polri, seperti Said Iqbal.

“Amien akan menghadiri pemanggilannya pada hari Rabu (10 Oktober) dan Said Iqbal pada hari Selasa (9 Oktober),” katanya, Senin (8 Oktober). Habiburokhman membenarkan Amien dipanggil oleh polisi sebagai saksi. Dia tidak bisa memenuhi panggilan pada Jumat lalu (4 Oktober) karena kesalahan administrasi dalam panggilannya.

Menurut anggota Badan Advokasi dan Hukum BPN lainnya, Surya Imam Wahyudi, Polda Metro Jaya telah memanggil Amien dengan nama Amin Rais. Bahkan, nama aslinya adalah Muhammad Amien Rais. “Panggilan pertama untuk Amien mengalami kesalahan administrasi, jadi dia tidak hadir,” Surya menambahkan.

Sementara itu, Dahnil Anzar Simanjuntak, juru bicara tim kampanye yang mendukung calon presiden Prabowo Subianto dan pasangannya, Sandiaga Uno, menilai Ketua Majelis Kehormatan Majelis Nasional (PAN) Amien Rais oleh Polda Metro Jaya adalah upaya kriminalisasi. Amien dipanggil untuk ditanyai terkait kasus tipuan aktivis Ratna Sarumpaet.

Bahkan, Dahnil menganggap bahwa Amien sendiri adalah korban dari kasus tipuan. Oleh karena itu, dia tidak mengherankan bahwa banyak pihak ingin membantu Amien memanggil oleh pihak berwenang. Dia mengatakan bahwa kelompok yang menyebut diri mereka sebagai Alumni 212 siap membantu Amien yang juga mantan pembicara MPR.

“Amien tidak bertanya, tetapi mereka (Alumni 212) ingin menjaganya,” kata Dahnil pada Senin (8 Oktober).

Dahnil telah menganggap kasus tipuan Ratna sudah berakhir. Dia mengatakan Ratna telah mengakui tindakannya dan diproses secara legal. Selain itu, Ratna telah ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jakarta.

Sementara itu, juru bicara Polisi Nasional Setyo Wasisto mengungkapkan alasan di balik panggilan Amien Rais sebagai saksi dalam kasus tipuan Ratna. Menurut dia, Amien dipanggil untuk klarifikasi. “Jadi jangan takut. Tenang saja, itu hanya untuk klarifikasi informasi yang diterima oleh peneliti, “kata Setyo.

Kasus dimulai ketika Ratna yang merupakan salah satu juru bicara tim kampanye Prabowo-Sandiaga memutuskan untuk melakukan bedah kosmetik pada 21 September tanpa persetujuan dari keluarganya. Keesokan harinya, foto dirinya dengan wajah bengkak beredar di media sosial. Kepada keluarganya, dia mengaku itu adalah hasil dari sebuah serangan yang terjadi di Bandung, Jawa Barat.

Dia menyimpan rahasianya selama seminggu. Ratna juga menyembunyikan kebenaran dari teman-teman politisinya, termasuk Fadli Zon, Amien Rais, dan Prabowo. Pada 2 Oktober, Fadli menciptakan kegemparan dengan men-tweet tentang serangan itu.

Malam itu, Ratna menemui Prabowo dan tim kampanye nasionalnya untuk membicarakan insiden itu. Prabowo kemudian berdiri untuknya, mengatakan dia akan bertemu kepala polisi nasional untuk membahas kasus ini.

Menurut ketua tim kampanye Prabowo-Sandiaga Uno, Nanik S. Deyang, insiden itu terjadi pada 21 September, dekat Bandara Internasional Husein Sastranegara. Namun, pada 3 Oktober, polisi menemukan bahwa Ratna belum di Bandung hari itu, tetapi di rumah sakit Jakarta yang mengkhususkan diri dalam bedah kosmetik.

Ratna kemudian mengaku telah berbohong. Dia mengatakan foto-foto mata bengkaknya yang menjadi viral adalah hasil sedot lemak dan meminta maaf kepada Prabowo dan publik atas penipuannya.

Polda Metro Jaya menangkap Ratna ketika akan terbang ke Chile di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten pada hari Kamis (4 Oktober). Dia disebut sebagai tersangka di bawah Pasal 14 UU No. 1/1946 tentang peraturan hukum pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Check Also

Indonesia Bersiap Menjadi Negara Turis Halal Terbaik Di Dunia

Indonesia Bersiap Menjadi Negara Turis Halal Terbaik Di Dunia

Wisatawan Muslim adalah segmen potensial dari pariwisata global di mana pada tahun 2017, total 131 …