NewsUncategorized

TUKANG BECAK DILAPORKAN KARENA MEMUKULI SOPIR TAKSI ONLINE

TUKANG BECAK DILAPORKAN KARENA MEMUKULI SOPIR TAKSI ONLINETUKANG BECAK DILAPORKAN KARENA MEMUKULI SOPIR TAKSI ONLINE

TUKANG BECAK DILAPORKAN KARENA MEMUKULI SOPIR TAKSI ONLINE – Kerja sama antara tukang becak online dan ojek konvensional dengan taksi online di Stasiun Mojokerto di warnai insiden kekerasan. Seorang sopir taksi online di pukul tukang becah karena di anggap telah melanggar aturan. Korban melaporkan pemukulan tersebut ke polisi.

Korban bernama Irwan (38), sopir taksi online yang tinggal di Desa Watesumpak, Kecamatan Trowula Kabupaten Mokokerto. Insiden pemukulan itu dialami irwan saat menjemput penumpang di depan stasiun Mojokerto, Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto, sabtu (7/9) sekitar 20.30 WIB.

TUKANG BECAK DILAPORKAN KARENA MEMUKULI SOPIR TAKSI ONLINE

Penumpang yang di jemput meminta untuk di antarkan ke Mojosari, mojekerto. Sampai di depan stasiun, Irwan mengaku langsung dihampiri sejulah tukang becak. Salah seorang tukang becak berinisial S (52) tiba-tiba melayangkan 2 kali pukulan ke arahnya. Salah satu pukulan S mengenai pipi kanan Irwan.

“Di stasiun memang ada iuran bulanan untuk taksi online. Saya bergabung dan bayar iuran 4 bulan. Sebulan yang lalu sudah tidak ikut. Waktu kejadian saya sudah mau bayar, tapi keburu di kerumuni para tukang becak,”kata Irwan, Rabu (11/9).

TUKANG BECAK DILAPORKAN KARENA MEMUKULI SOPIR TAKSI ONLINE

Akibat keributan ini, calon penumpang urung naik ke mobil Irwan. Sopir taksi online kelahiran Jakarta ini mengaku mengalami luka lebam di bagian pipi kanan nya. Dia pun melaporkan pemukulan tersebut ke Polres Mojokerto Kota.”Saya sudah visum di rumah sakit memang ada luka memar di pipi kanan saya,”ungkapnya.

Iwan menuturkan, selama ini paguyuban tukang becak dan ojek konvensional di Stasiun Mojokerto menerapkan iuran bulanan Rp 30 ribu bagi para sopir taksi online. Uang tersebut di bagi Rp 25 ribu untuk paguyuban tukang becak dan ojek konvensional, sedangkan Rp 5 ribu untuk kas kelompok taksi online.

“Penumpang juga di Tarik Rp 5 ribu. Padahal kami sudah bayar Rp 30 ribu sebulan. Padahal di Terminal Bungurasih Cuma Rp 2 ribuuntuk ngetime kalau dapat penumpang,”lanjutnya. Coordinator Paguyuban tukang becak dan ojek konvensional Stasiun Ahmad Kail kelahiran (47) menjelakan, anggotanya berinisial S memberi bogem mentah kepada Irwan karena dia kerap beriulah. Menurutnya, Irwan bukan lagi anggota paguyuban di stasiun. Namun dia masih nekat mengambil penumpang Stasiun Mojokerto.

BACA JUGA : PAUS YANG SUDAH MATI TERDAMPAR DI TEPI PANTAI LUMAJANG

Dia sduah saya keluarkan dari sini, tidak lagi bayar iuran bulanan. Tapi masih ambil penumpang tanpa izin. Itu yang membuat anggota saya emosi,”terang nya. Kail membenarkan selama ini sopir taksi online yang biasa mengambil penumpang di Stasiun Mojokerto diminta membayar iuran bulanan Rp 30 ribu. Dari jumlah itu, Rp 25 ribu di kelola para tukang becak dan ojek konvensional. Sedangkan Rp 5 ribu untuk kas kelompok taksi online. Menurut dia, iuran tersebut sudah menjadi kesempatan bersama semua pihak.

Jumlah sopir taksi online yang membayar iuran bulanan mencapai 96 orang. Sementara jumlah tukang becak dan ojek konvensional di Stasiun Mojokerto 25 orang. Jumlah itu sudah termasuk para tukang parkir. “Uang itu kami kelola untuk kepentingan bersama. Misalnya untuk memperbaiki becak anggota kami yang rusak, untuk membeli air minum yang kami letakkan di tempat kami mangkal,” tegasnya.

Kail juga membenarkan penumpang taksi online diminta untuk membayar Rp 5 ribu. “Yang Rp 5 ribu itu ibaratnya kompensasi bagi tukang becak. Karena tukang becak juga memberi pelayanan, membawakan barang penumpang, mengantarkan penumpang dari stasiun ke taksi online,” jelasnya. Kail berharap, Irwan serta merta membawa kasus ini ke ranah hokum. Dia meminta agar insiden pemukulan yang di lakukan anggotanya di tuntaskan dengan cara damai.”Yang kami minta ayo duduk bersama, jangan masalah ini di besar besarkan,”pungkas nya.

henny small
the authorhenny small

Leave a Reply