Monday , October 22 2018
Home > News > USAI MENJALANI PEMERIKSAAN, BUPATI KEBUMEN DI TAHAN DI RUTAN KPK
USAI MENJALANI PEMERIKSAAN, BUPATI KEBUMEN DI TAHAN DI RUTAN KPK
USAI MENJALANI PEMERIKSAAN, BUPATI KEBUMEN DI TAHAN DI RUTAN KPK

USAI MENJALANI PEMERIKSAAN, BUPATI KEBUMEN DI TAHAN DI RUTAN KPK

SARANANKRI Usai menjalani pemeriksaan, Bupati Kebumen di tahan di Rutan KPK. Pihak Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penahanan terhadap Bupati Kebumen, M Yahya Fuad (MYF).

Usai menjalani pemeriksaan, Bupati Kebumen di tahan di Rutan KPK. Yahya ditahan oleh pihak KPK setelah diperiksa perdana sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan beberapa proyek di Kebumen. Saat setelah selesai diperiksa, Yahya tampak keluar dari Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, dengan mengenakan baju rompi tahanan berwarna orange.

BACA JUGA :INDONESIA AKAN MENGADAKAN PERTUNJUKAN KELILING DI AS DAN JUGA EROPA

Saat keluar dari Gedung KPK, ia enggan untuk berkomentar banyak mengenai proses hukum yang dihadapinya saat ini. Yahya meminta kepada awak media untuk bertanya kepada pihak penyidik yang telah selesai memeriksanya. “Ya sudah diperiksa. Jadi nantinya tanyakan ke penyidik saja lah. Terima kasih banyak ya,”Kata Yahya.

Disisi lain, Juru Bicara KPK, yakni Febri Diansyah mengungkapkan bahwa, penahanan terhadap Yahya dilakukan untuk kepentingan penyilidikan lebih lanjut. Yahya di tahan di Rutan Gedung KPK untuk 20 hari pertama. “Ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Klas I Jakarta Timur cabang KPK,”Kata Febri, Senin 19 Februari 2018.

BACA JUGA :Alexander Krushelnitsky ATLET PERAIH MENDALI PERUNGGU DITOLAK MASUK OLIMPIADE

Pada sebelumnya, pihak KPK telah menetapkan Bupati Kebumen, Mohammad Yahya Fuad (MYF), dan dua pihak swasta, Hojin Ansori dan Khayub Muhammad Luftli sebagai tersangak dalam kasus dugaan suap terkait beberapa proyek APBD tahun anggaran 2016.

Diduga bahwa, Yahya telah memberikan sejumlah proyek untuk para tim suksesnya dengan imbalan fee sebanyak 5 hingga 7 persen. Kemudian, Yahya dan Khayub diduga juga menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 2,3 miliar. Uang tersebut diperoleh dari kontraktor yang menjadikan rekan Pemerintah Kabupaten Kebumen, yakni Hojin.

Check Also

Eden Hazard Disarankan Untuk Tetap Bertahan Di Chelsea

Eden Hazard Disarankan Untuk Tetap Bertahan Di Chelsea

SARANANKRI Eden Hazard Disarankan Untuk Tetap Bertahan Di Chelsea. Mantan kapten Chelsea, yakni John Hollins ikut …