Gaya hidupKesehatanNews

Wajib Bagi Penderita Diabetes Bermanajemen Puasa

Wajib Bagi Penderita Diabetes Bermanajemen PuasaWajib Bagi Penderita Diabetes Bermanajemen Puasa

Wajib Bagi Penderita Diabetes Bermanajemen Puasa. SARANANKRI -Penderita diabetes mellitus tipe 2 (T2DM) rentan terhadap risiko hipoglikemia saat berpuasa. Hipoglikemia yang tidak ditangani dengan benar dapat mempengaruhi kesehatan dan mengganggu kelancaran puasa. Hipoglikemia adalah suatu kondisi kadar gula darah yang berada di bawah kadar normal, yaitu kurang dari 70 mg / dL.

BACA JUGA : Ternyata Stres Bisa Mempengaruhi Jumlah Dan Kondisi Spermamu Juga Lho!

Dari hasil penelitian EPIDIAR tersebut pada tahun 2001 di 13 negara dengan populasi Muslim yang besar menunjukkan bahwa 79% dari 12.914 orang menjalani puasa selama setidaknya 15 hari selama bulan Ramadhan. Pada saat yang sama, risiko hipoglikemia pada pasien DMT2 meningkat hingga 7,5 kali selama bulan Ramadhan.

Oleh karena itu, penting bagi pasien DMT2 untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi manajemen puasa yang tepat sehingga mereka dapat mengontrol kadar gula darah dan mencegah hipoglikemia. Ketua Departemen Endokrinologi dan Diabetes di Rumah Sakit Angkatan Bersenjata Al Hada Arab Saudi Prof. Dr. Saud NM Al-Sifri mengatakan, puasa selama Ramadhan erat kaitannya dengan peningkatan risiko hipoglikemia pada penderita diabetes.

Karena itu, penatalaksanaan diabetes selama Ramadhan sangat penting, seperti pemilihan terapi yang disesuaikan dengan kondisi pasien, pemantauan kadar gula darah rutin, dan merekomendasikan penanganan diabetes. Untuk pemilihan terapi, penggunaan kelas terapi DPP4i menunjukkan risiko rendah hipoglikemia untuk pasien diabetes yang berpuasa selama Ramadhan karena kelas terapi yang baik dan aman untuk pasien diabetes tipe 2, kata Prof. Saud.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil kompilasi sembilan studi pasien DMT2 yang berpuasa di bulan Ramadhan, kelas terapi DPP4i juga terbukti lebih baik dalam mengurangi risiko hipoglikemia dibandingkan dengan sulfonilurea dengan tingkat kemanjuran yang sama. Kelas terapi DPP4i juga tidak memerlukan penyesuaian dosis dan waktu pemberian selama Ramadhan sehingga pasien DMT2 lebih nyaman menjalankan puasa, Prof. Saud menjelaskan.

Studi lain menunjukkan perbedaan dalam hasil menggunakan terapi DPP4i dibandingkan dengan sulfonilurea. Seorang ilmuwan bernama Aravind SR pada 2011 dengan metode observasi menunjukkan bahwa 20% dari 1.378 pasien DMT2 mengalami hipoglikemia saat mengonsumsi sulfonilurea pada bulan puasa.

Penelitian dilanjutkan pada 2012, di mana Aravind membandingkan konsumsi kelas terapi DPP4i dengan sulfonylureas. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kelas terapi DPP4i pada pasien DMT2 telah terbukti mengurangi risiko hipoglikemia hingga 50% dibandingkan dengan sulfonilurea, kata Prof. Saud.

Perwakilan PB Perkeni Dr. Dicky Levenus Tahapary SpPD PhD mengatakan, saat puasa, tidak hanya perubahan waktu makan dan jenis makanan, tetapi pasien DMT2 juga tidak akan mendapatkan asupan makanan dan minuman dalam waktu yang lama.

Karena itu, umumnya beberapa perubahan diperlukan dalam pengobatan diabetes yang diberikan agar kadar gula dalam tubuh tidak turun terlalu rendah (hipoglikemia) atau naik terlalu tinggi (hiperglikemia), kata Dr. Dicky.

BACA JUGA : Berikut Ini 8 Mitos Tentang Penis Yang Dibantah Semua Dokter

Hipoglikemia puasa sering ditemukan jika pasien diabetes tidak diberikan panduan yang memadai mengenai manajemen diabetes yang tepat selama puasa. Oleh karena itu, idealnya setiap pasien DMT2 berkonsultasi dengan dokter 2-3 bulan sebelum Ramadhan untuk mendapatkan persiapan yang memadai sebelum puasa dan mendapatkan rekomendasi untuk manajemen diabetes yang tepat selama bulan puasa dan selama Hari Raya Idul Fitri.

Leave a Reply