News

Wanita Hamil Menuduh Puskesmas Memberikan Vitamin Kadaluwarsa

Wanita Hamil Menuduh Puskesmas Memberikan Vitamin KadaluwarsaWanita Hamil Menuduh Puskesmas Memberikan Vitamin Kadaluwarsa

Wanita Hamil Menuduh Puskesmas Memberikan Vitamin Kadaluwarsa – Seorang wanita hamil bernama Novi Sri Wahyuni, 21, mengaku telah menerima dan mengonsumsi vitamin kadaluwarsa dari Puskesmas di Kecamatan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Di rumahnya tidak jauh dari Puskesmas, Novi menunjukkan kepada wartawan gambar vitamin B6 pada hari Jumat. Tanggal kedaluwarsa, ditutupi oleh spidol biru, sulit dibaca tetapi dia mengklaim bahwa kedaluwarsa pada bulan April.

Dia menambahkan bahwa dia telah mengonsumsi 36 vitamin sejak kunjungan pertamanya ke pusat kesehatan pada 11 Juli tetapi hanya mengetahui bahwa vitamin tersebut kedaluwarsa pada hari Selasa.

Wanita Hamil Menuduh Puskesmas Memberikan Vitamin Kadaluwarsa – Dia mengaku pernah mengalami muntah, mual dan sakit kepala sejak Juli. “Satu strip mengandung 12 pil, jadi saya telah mengonsumsi 36 pil,” kata Novi, Jumat, mengklaim telah kehilangan 3 kilogram sejak mengonsumsi vitamin.

Novi, yang peduli dengan kesehatan bayinya yang belum lahir, dibawa ke rumah sakit, tempat seorang dokter memastikan bahwa bayinya sehat. Gejala lainnya, bagaimanapun, diduga karena keracunan.

Kepala Puskesmas Kamal Muara, Agus Arianto Haryoso, membantah klaim Novi bahwa ia telah mengonsumsi obat kadaluwarsa dari Puskesmas sejak Juli, dengan alasan kurangnya bukti, tetapi mengakui bahwa skenario seperti itu mungkin terjadi.

Baca Juga : LIMA DEKADE PASCA WOODSTOCK MENGAMBIL WARISAN DARI MITOS

Agus mengatakan apoteker memiliki protokol dalam memberikan obat setelah membaca resep dan obat yang kadaluwarsa biasanya dipisahkan dari obat yang tidak kadaluwarsa.

“Ada kemungkinan apoteker melakukan kesalahan pada hari itu,” kata Agus.

Dia menambahkan bahwa klaim Novi untuk mengonsumsi 36 pil tidak dapat dikonfirmasi, hanya mengakui bahwa vitamin yang disajikannya sudah kadaluwarsa. Novi sejak itu melaporkan insiden tersebut ke Kepolisian Metro Penjaringan di Jakarta Utara, menuduh Puskesmas Kamal Muara melanggar undang-undang tentang perlindungan konsumen

Leave a Reply