Wednesday , November 21 2018
Home > Ekonomi > WARGA BANTARGEBAG MINTA UANG DI NAIKAN KARENA TIDAK MENCUKUPI
WARGA BANTARGEBAG MINTA UANG DI NAIKAN KARENA TIDAK MENCUKUPI
WARGA BANTARGEBAG MINTA UANG DI NAIKAN KARENA TIDAK MENCUKUPI

WARGA BANTARGEBAG MINTA UANG DI NAIKAN KARENA TIDAK MENCUKUPI

WARGA BANTARGEBAG MINTA UANG DI NAIKAN KARENA TIDAK MENCUKUPI – Sejumlah warga yang telah bermukin di sekitar TPST Bantargebang milik DKI Jakarta memita agar kenaikan uang yang berbau sampah. Karena, kompensasi bau sampah yang sebesar Rp 200 ribu setiap bulannya terlalu kecil di bandingkan dampak yang di timbulkannya dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari nya.

Warga dari Kelurahan Cikeping Udik, Mamat mengatakan, setiap tiga bulan sekali menerima kompensasi yang berbau sampah senilai Rp 600 ribu. Itu artinya, di setiap bulan uang berbau tersebut hanya senilai Rp 200 ribu saja.

WARGA BANTARGEBAG MINTA UANG DI NAIKAN KARENA TIDAK MENCUKUPI

“Sekarang uang sebesar itu bisa di gunakan untuk apa? Sekali berbelanja pergi ke pasar sudah langsung habis,”kata Mamat yang berjualan di pinggir jalan menuju TPST Bantargebang pada Senin (22/10). Tempat tinggal Mamat hanya bejarak 1 kilometer dari tumpukan gunung sampah yang berada di lahan seluas 110 hektar tersebut. Dia bisa merasakan langusng dampak lingkungan Keberadaan TPST Bantargebang.

“Bisa di bilang, makan dan minum di campur dengan bau sampah sekarang ini,”ujar pemilik took kelontong ini. Sementara, seorang ibu rumah tangga, Lala mengatakan, sampah yang di buang ke TPST Bantargebang terus meningkat di bandingkan dengan lima tahun yang lalu. Apalagi, dengan kondisi yang sekarang ini truk-truk besar sudah masuk ke tampat pembuangan akhir milik DKI selama 24 jam.

BACA JUGA : PENANGKAPAN TKI ILEGAL YANG HENDAK KE MALAYSIA SEKITAR 39 ORANG

“Uang lancer, setiap tiga bulan sekali. Tapi, kan nilainya tidak sebanding dengan apa yang telah kami alami di sini,”ujarnya. Berbeda dengan Sumardi, warga di kelurahan Sumurbatu, ini telah meminta untuk rehabilitasi total TPST Bantargebang. Sebab, kompensasi uang yang berbau sampah di nilai tak akan bisa menyelesaikan persoalan bau sampah di wilayahnya.

“kalau tidak ada perbaikan, sampai kapan pun bau sampah pasti akan terjadi. Di karenakan tumpukan sampah sudah banyak dan sudah menjadi gunung sampah, melebihi perpohonan yang ada di sekitar,”jelasnya.

Pemerintah DKI Jakarta memberikan kompensasi bau sampah kepada warga di tiga kelurahan yang terletak di Kecamatan Bantargebang yang terdampak TPST Bantargebang, di antaranya kelurahan Cikiwul, Ciketing Udik, dan Sumur Batu. Total ada 18 ribu keluarga yang bermukim di sana.

Sejak ditake over oleh DKI dari PT. Godang Tua Jaya pada 2015, di nilai kompensasi yang telah di terimaoleh warga di Bantargebang naik dari Rp 100 ribu tiap bulan menjadi Rp 200 ribu perbulan nya.

Check Also

MINUM AIR PUTIH DIPAGI HARI LEBIH BAIK DARI PADA KOPI

MINUM AIR PUTIH DIPAGI HARI LEBIH BAIK DARI PADA KOPI

MINUM AIR PUTIH DIPAGI HARI LEBIH BAIK DARI PADA KOPI – Bagai mana cara anda …