News

Warga Negara Malaysia Rampok Toko Emas Tangerang Demi Liburan ke Jepang

Polisi menyatakan warga Malaysia yang berinisial MNFR merampok 6 kg emas di Balaraja, Tangerang, Banten, untuk pergi ke Jepang. MNFR merampok sebuah toko emas dengan tersangka lain yang juga warga negara Malaysia, dengan inisial MNI.

“MNFR memiliki keinginan untuk bekerja di Jepang, tetapi tidak memiliki cukup uang untuk pergi ke Jepang. MNFR kemudian berencana untuk melakukan perampokan toko emas,” kata Kepala Polisi Kota Tangerang Sr. Sabilul Alif.

MNFR menurut polisi pertama kali mempelajari perampokan toko emas melalui video di YouTube. Niat perampokan itu diberitahukan oleh MNFR kepada temannya yang berinisial MS. Dari sini, MNFR diperkenalkan kepada tersangka MNI.

“Setelah berdiskusi, MNI setuju untuk bergabung dengan MNFR dalam merampok toko emas selama semua biaya perjalanan ditanggung oleh MNFR,” kata Sabilul.

“MNFR mengatakan bahwa itu tidak memiliki alasan khusus mengapa itu berlaku di Indonesia. Dia hanya mengatakan bahwa itu adalah hobi untuk berjalan-jalan. Motifnya adalah karena dia ingin meningkatkan biaya perjalanan ke Jepang,” tambah Sabilul .

Sebelum beraksi di toko emas Permata, kedua pelaku juga merampok uang di Kampung SPBU Gelebeg, Balajara. Para pelaku menurut Sabilul menunjuk benda-benda dalam bentuk senjata api – yang kemudian ditemukan cocok – untuk karyawan pompa bensin.

Setelah itu, pelaku mengambil Rp.4.693,00 juta dari tas pinggang karyawan pompa bensin. Setelah merampok pompa bensin dan toko emas, kedua pelaku melarikan diri ke Malaysia.

“Mengingat bahwa mereka berdua adalah warga negara Malaysia dan juga melarikan diri ke negara asal mereka, ketentuan diplomatik tentu berlaku. Ketentuan tersebut tentunya harus dihormati sebagai bentuk apresiasi atas kedaulatan dan yurisdiksi suatu negara,” kata Sabilul.

evelyn tanadi
the authorevelyn tanadi

Leave a Reply