Thursday , December 13 2018
Home > Politik > WASPADA INFORMASI PALSU/HOAK MENJELANG PILPRES 2019.

WASPADA INFORMASI PALSU/HOAK MENJELANG PILPRES 2019.

Badan Pengawas Pemilu untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menilai informasi palsu atau tipuan dapat mendelegitimasi pemilu mengingat hal itu akan mendorong publik untuk memilih kandidat berdasarkan informasi yang salah.

“Jika pemilih membuat pilihan berdasarkan informasi yang tidak adil, maka kebebasan memilih dimanipulasi oleh informasi palsu,” kata kepala Perludem Titi Anggraini di Cikini, Jakarta, Sabtu, 22 September.

Titi menjelaskan, prinsip pemilu adalah kebebasan, kejujuran, dan adil yang terkait dengan kebebasan publik untuk memilih. Kebebasan untuk mengambil surat suara dapat diperoleh selama publik menerima informasi yang benar

“Kebebasan memilih harus sejalan dengan penerimaan informasi yang adil dan benar,” ia menggarisbawahi.

Titi memberi contoh masalah kebebasan memilih yang mempengaruhi legitimasi pemilihan di Amerika Serikat. Dia mengatakan legitimasi kemenangan Donald Trump diduga karena dugaan keterlibatan Cambridge Analityca yang mencuri data pengguna Facebook demi kampanye. “Pemilihan masih dipertanyakan sampai sekarang,” tambahnya.

Namun, Titi melihat tren bocoran dan pidato kebencian di media sosial menjelang pemilu 2019 menurun, dibandingkan dengan pemilu sebelumnya pada tahun 2014 ketika tipuan menyebar terjadi bahkan jauh sebelum pemilu diadakan. Dia lebih menghargai koalisi Jokowi dan Prabowo Subianto yang bertekad untuk mengembangkan Indonesia.

Check Also

Presiden Joko Widodo Memberikan Penghargaan untuk Putu Wijaya di Kongres Kebudayaan

Presiden Joko Widodo Memberikan Penghargaan untuk Putu Wijaya di Kongres Kebudayaan

Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan kepada sastrawan Putu Wijaya di Kongres Budaya Indonesia (KKI) 2018 …